Mengenal apa itu Hamil Anggur
- 07 Mei 2026 05:20 WIB
- Talaud
RRI.CO.ID,Talaud - Belakangan ini, istilah 'hamil anggur' atau secara medis dikenal sebagai mola hidatidosa tengah menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial. Banyak warganet berbagi kisah maupun kekhawatiran mengenai kondisi kehamilan yang unik namun berisiko ini.
Meski terdengar asing bagi sebagian orang, hamil anggur bukanlah fenomena baru, melainkan komplikasi kehamilan yang memerlukan penanganan medis segera.
Melansir Mayo Clinic, hamil anggur terjadi akibat pertumbuhan sel-sel trofoblas yang tidak wajar. Sel-sel ini seharusnya berkembang menjadi plasenta yang memberi makan janin, namun dalam kasus mola, mereka justru berubah menjadi sekumpulan kista berisi cairan yang bentuknya menyerupai untaian buah anggur.
Jenis hamil anggur. Menurut Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan dari Eka Hospital PIK, dr. Krisantus Desiderius Jebada terdapat dua kategori utama hamil anggur yang bisa dialami perempuan produktif, yakni:
1.Hamil anggur komplet :Hamil anggur komplet merujuk pada kondisi di mana sel telur yang dibuahi 'kosong' atau tidak memiliki materi genetik dari ibu. Akibatnya, tidak ada janin yang terbentuk, yang ada hanya jaringan plasenta abnormal yang membengkak.
2.Hamil anggur parsial : Pada jenis ini, materi genetik ibu tetap ada, namun sperma yang membuahi berjumlah dua atau tiga, sehingga terjadi kelebihan kromosom (biasanya 69 kromosom, bukan 46). Janin mungkin sempat terbentuk, namun tidak akan bisa bertahan hidup dan biasanya berakhir dengan keguguran di awal kehamilan.
Secara biologis, kehamilan normal bermula dari pertemuan sel telur dan sperma yang masing-masing menyumbang 23 kromosom. Namun, pada hamil anggur, terjadi kegagalan sistematis."Hamil anggur terjadi karena telurnya kosong lalu dibuahi dua atau tiga sperma," jelas Krisantus dalam keterangannya. Dia juga menegaskan bahwa kondisi ini bukanlah penyakit genetik atau keturunan. Jika seseorang pernah mengalaminya, hal itu bukan berarti ia membawa 'bakat' keturunan, melainkan murni kesalahan proses pembuahan pada saat itu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....