Fenomena “Duck Syndrome”: Terlihat Tenang, Padahal Kewalahan
- 14 Apr 2026 07:52 WIB
- Talaud
RRI.CO.ID, Talaud - Fenomena duck syndrome semakin banyak dibicarakan, terutama di kalangan pelajar dan profesional muda. Istilah ini merujuk pada kondisi ketika seseorang tampak tenang, sukses, dan produktif di permukaan, namun sebenarnya sedang berjuang keras dan merasa kewalahan di balik layar.
Konsep ini pertama kali diperkenalkan oleh Universitas Stanford untuk menggambarkan mahasiswa yang terlihat mampu meraih prestasi akademik tanpa kesulitan, padahal mereka mengalami tekanan dan stres yang tinggi. Istilah “duck syndrome” sendiri terinspirasi dari perilaku bebek yang terlihat santai mengapung di atas air, sementara kakinya terus bergerak cepat di bawah permukaan agar tetap bertahan seperti dikutip dari alodokter.com Selasa, 14 April 2026.
Orang yang mengalami kondisi ini cenderung menyembunyikan kesulitan yang mereka hadapi. Mereka berusaha mempertahankan citra diri yang sempurna di hadapan orang lain, sekaligus merasa takut jika kelemahan atau masalah mereka diketahui. Akibatnya, mereka sering merasa sendirian dan tidak dipahami, meskipun sebenarnya membutuhkan dukungan.
Meski bukan termasuk gangguan mental resmi, duck syndrome dapat berdampak serius terhadap kesehatan. Tekanan yang terus dipendam berpotensi memicu stres berat, kecemasan, hingga masalah kesehatan fisik jika tidak ditangani dengan baik.
Para ahli menyarankan pentingnya membangun lingkungan yang suportif dan terbuka, sehingga individu merasa aman untuk berbagi kesulitan mereka. Selain itu, kesadaran bahwa tidak ada kehidupan yang benar-benar sempurna juga menjadi langkah penting untuk mengurangi tekanan sosial yang dirasakan.
Fenomena ini menjadi pengingat bahwa apa yang terlihat di permukaan tidak selalu mencerminkan kondisi sebenarnya. Oleh karena itu, empati dan keterbukaan menjadi kunci dalam menghadapi tekanan hidup di era modern saat ini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....