Waspadai Rambut Rontok sejak Dini
- 05 Apr 2026 21:02 WIB
- Talaud
RRI.CO.ID, Talaud - Fenomena rambut rontok hingga kebotakan kini tidak lagi identik dengan usia lanjut. Dalam beberapa tahun terakhir masalah ini semakin sering dialami oleh individu berusia 20–30 tahun. Para pakar menilai bahwa selain faktor keturunan, pola hidup modern serta tekanan mental turut mempercepat terjadinya penipisan rambut di usia produktif.
Menurut penjelasan dokter spesialis kulit dari Halo Sehat Dr. Sarah Devi, Sp.DV, penyebab paling umum adalah androgenetic alopecia atau kebotakan pola pria. Faktor genetik memang berperan penting namun kondisi tersebut biasanya dipicu oleh hal lain seperti ketidakseimbangan hormon, stres oksidatif, serta kebiasaan sehari-hari yang kurang sehat.
Di dalam tubuh terdapat hormon dihidrotestosteron (DHT) yang dapat memengaruhi folikel rambut. Pada individu dengan sensitivitas tertentu hormon ini menyebabkan folikel mengecil hingga akhirnya berhenti menghasilkan rambut. Peningkatan kadar DHT sering dikaitkan dengan stres berkepanjangan, kurang istirahat, serta konsumsi makanan tinggi gula dan lemak.
Selain itu tekanan emosional dan fisik juga dapat memicu telogen effluvium yaitu kerontokan dalam jumlah besar dalam waktu singkat. Kondisi ini banyak dialami pekerja muda akibat beban pekerjaan, pola tidur buruk, atau diet ekstrem. Kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol turut memperburuk keadaan karena menghambat aliran darah ke kulit kepala.
Dari sisi nutrisi kekurangan zat besi, vitamin D, serta zinc berkontribusi terhadap melemahnya struktur rambut. Pola makan tidak seimbang membuat pertumbuhan terganggu sehingga helai menjadi rapuh dan mudah patah. Oleh karena itu, penting bagi generasi muda untuk menjaga gaya hidup sehat dan segera berkonsultasi dengan tenaga medis guna mencegah kerusakan permanen.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....