Hari Lupus Sedunia, Kenali Gejala dan Faktanya

  • 01 Apr 2026 13:11 WIB
  •  Talaud

RRI.CO.ID, Talaud – Setiap tanggal 1 April diperingati sebagai Hari Peringatan Lupus. Momentum ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang lupus serta memberikan dukungan bagi jutaan penderita di seluruh dunia.

Lupus merupakan penyakit autoimun yang dapat mengancam jiwa. Kondisi ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh yang seharusnya melindungi justru menyerang jaringan dan organ tubuh sendiri. Dampaknya, penderita lupus berisiko mengalami kerusakan organ serius jika tidak ditangani dengan tepat.

Hingga saat ini, lupus belum memiliki obat yang dapat menyembuhkan secara total. Namun demikian, penyakit ini dapat dikendalikan dengan penanganan medis yang tepat dan deteksi dini. Oleh karena itu, peringatan Hari Lupus menjadi penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait gejala dan penanganannya.

National Today mencatat, Hari Peringatan Lupus pertama kali digagas oleh Lupus Foundation of America pada tahun 2000. Inisiatif ini muncul dari kebutuhan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya lupus, yang secara medis dikenal sebagai lupus eritematosus sistemik (SLE).

Berdasarkan data, sekitar 16.000 orang di Amerika Serikat didiagnosis lupus setiap tahun. Sebagian besar penderita, sekitar 90 persen, adalah perempuan. Penyakit ini umumnya menyerang individu berusia antara 15 hingga 44 tahun, dan sering kali sulit didiagnosis karena gejalanya menyerupai penyakit lain yang lebih ringan.

Secara historis, para dokter sejak abad ke-18 hingga awal abad ke-19 mengalami kesulitan dalam mendiagnosis lupus karena kompleksitas gejalanya. Terobosan penting baru terjadi pada tahun 1948 melalui penelitian di Mayo Clinic, yang meningkatkan kemampuan diagnosis secara signifikan.

Selanjutnya, pada tahun 1971, American College of Rheumatology merilis kriteria diagnostik lupus untuk membantu tenaga medis mengenali penyakit ini. Kriteria tersebut mencakup berbagai gejala, mulai dari ruam kulit hingga nyeri sendi, serta hasil pemeriksaan laboratorium. Seiring perkembangan ilmu pengetahuan, kriteria ini terus diperbarui.

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran, masyarakat juga didorong untuk mengikuti kuis lupus secara daring yang terdiri dari sejumlah pertanyaan terkait gejala dan faktor risiko. Langkah ini diharapkan dapat membantu deteksi dini sekaligus mendukung penelitian lebih lanjut mengenai penyakit lupus.

Melalui peringatan ini, diharapkan masyarakat semakin memahami lupus serta pentingnya dukungan terhadap para penderita. Edukasi yang tepat dan kepedulian bersama menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas hidup penyandang lupus.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....