Sejumlah Faktor Tingkatkan Risiko Dermatitis Kontak

  • 02 Mar 2026 20:12 WIB
  •  Talaud

RRI.CO.ID, TALAUD – Dermatitis kontak dapat dialami oleh siapa saja, namun sejumlah faktor diketahui dapat meningkatkan risiko seseorang terkena gangguan kulit ini. Kondisi tersebut umumnya berkaitan dengan jenis pekerjaan, riwayat penyakit kulit, hingga paparan zat tertentu dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Tenaga kesehatan dikutip dari alodokter.com senin 2 Maret 2026 menjelaskan bahwa dermatitis kontak muncul akibat paparan zat yang memicu iritasi atau reaksi alergi pada kulit. Meski terlihat sepele, kondisi ini dapat menimbulkan rasa tidak nyaman seperti gatal, kemerahan, hingga peradangan yang mengganggu aktivitas.

Pekerjaan Berisiko Tinggi

Salah satu faktor risiko utama adalah jenis pekerjaan yang membuat seseorang sering bersentuhan dengan zat pemicu iritasi atau alergen. Pekerja tambang dan konstruksi, penata rambut, petugas kebersihan, hingga penata kebun termasuk kelompok yang lebih rentan.

Paparan bahan kimia, debu, deterjen, pupuk, atau produk perawatan rambut dalam jangka waktu lama dapat merusak lapisan pelindung kulit. Jika tidak menggunakan alat pelindung seperti sarung tangan, risiko terjadinya dermatitis kontak akan semakin besar.

Riwayat Penyakit Kulit dan Alergi

Orang yang memiliki penyakit kulit tertentu seperti Dermatitis atopik atau Psoriasis juga diketahui lebih rentan mengalami dermatitis kontak. Kondisi kulit yang sudah sensitif atau mengalami gangguan perlindungan alami membuat zat iritan lebih mudah menembus dan memicu peradangan.

Selain itu, individu dengan riwayat alergi terhadap zat tertentu pun berisiko lebih tinggi. Paparan ulang terhadap alergen dapat menyebabkan reaksi yang lebih cepat dan lebih berat dibandingkan orang tanpa riwayat alergi.

Paparan Matahari dan Obat Tertentu

Faktor risiko lainnya adalah paparan sinar matahari berlebihan, terutama pada seseorang yang sedang menjalani pengobatan tertentu seperti Tetracycline. Obat ini dapat meningkatkan sensitivitas kulit terhadap sinar matahari, sehingga lebih mudah terjadi reaksi peradangan saat terpapar.

Karena itu, pasien yang mengonsumsi obat yang menyebabkan fotosensitivitas dianjurkan untuk membatasi aktivitas di bawah sinar matahari langsung dan menggunakan pelindung seperti pakaian tertutup atau tabir surya.

Penggunaan Perhiasan dalam Waktu Lama

Kebiasaan mengenakan perhiasan dalam jangka waktu lama juga dapat memicu dermatitis kontak, terutama jika perhiasan tersebut mengandung nikel. Anting, cincin, atau kalung yang dipakai terus-menerus dapat menyebabkan reaksi alergi pada kulit yang sensitif terhadap logam tertentu.

Masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap faktor-faktor risiko tersebut. Menggunakan alat pelindung saat bekerja, menghindari paparan zat pemicu, serta berkonsultasi ke tenaga medis jika muncul gejala, menjadi langkah penting untuk mencegah dan menangani dermatitis kontak secara tepat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....