Kenali Penyebab Nyeri Perut Saat Haid

  • 03 Feb 2026 09:00 WIB
  •  Talaud

RRI.CO.ID, Talaud - Nyeri di bagian bawah perut yang dirasakan saat menstruasi merupakan keluhan yang umum dialami oleh perempuan usia produktif. Kondisi ini dalam dunia medis dikenal sebagai dismenore. Rasa nyeri biasanya muncul menjelang atau pada hari-hari awal haid dan dapat terasa seperti kram, ditekan, atau mulas. Meski menimbulkan ketidaknyamanan, pada umumnya nyeri haid bukanlah kondisi berbahaya.

Secara fisiologis dilansir dari berbagai sumber  nyeri haid terjadi akibat kontraksi otot rahim. Saat menstruasi rahim berkontraksi untuk membantu meluruhkan lapisan dinding rahim yang tidak dibuahi. Proses ini dipengaruhi oleh zat kimia alami tubuh yang disebut prostaglandin. Semakin tinggi kadar prostaglandin kontraksi rahim akan semakin kuat dan dapat memicu rasa nyeri yang lebih intens di perut bagian bawah bahkan menjalar ke punggung atau paha.

Nyeri haid tergolong normal apabila berlangsung dalam satu hingga tiga hari pertama menstruasi dan masih dapat ditoleransi. Banyak perempuan dapat mengatasinya dengan istirahat cukup, kompres hangat, olahraga ringan, atau konsumsi obat pereda nyeri sesuai anjuran tenaga kesehatan. Intensitas nyeri juga dapat berbeda pada setiap individu dipengaruhi oleh kondisi fisik, tingkat stres, serta gaya hidup.

Anda  perlu waspada apabila nyeri haid terasa sangat berat, berlangsung lebih lama dari masa haid, atau terjadi secara progresif setiap bulan. Nyeri yang disertai perdarahan berlebihan, demam, nyeri saat berhubungan intim, atau gangguan aktivitas sehari-hari dapat menjadi tanda adanya gangguan kesehatan tertentu seperti endometriosis, mioma rahim, atau infeksi organ reproduksi.

Pakar kesehatan menyarankan agar perempuan tidak mengabaikan nyeri haid yang tidak biasa. Konsultasi ke dokter diperlukan untuk memastikan penyebabnya dan mendapatkan penanganan yang tepat. Dengan pemahaman yang baik perempuan diharapkan dapat membedakan antara nyeri haid yang normal dan kondisi yang memerlukan perhatian medis sehingga kesehatan reproduksi tetap terjaga secara optimal.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....