Kenali Penyebab dan Gejala Angiosarcoma

  • 07 Jul 2025 08:10 WIB
  •  Talaud

KBRN, Talaud: Angiosarcoma, salah satu jenis kanker langka dan agresif, terbentuk akibat perubahan atau mutasi pada sel-sel dinding pembuluh darah dan pembuluh getah bening. Mutasi ini menyebabkan sel tumbuh secara tidak normal dan tidak terkendali, yang akhirnya berkembang menjadi kanker ganas. Hingga kini, penyebab pasti dari mutasi genetik tersebut belum sepenuhnya dipahami. Namun, para ahli mengidentifikasi beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami angiosarcoma.

Beberapa faktor risiko yang patut diwaspadai dilansir dari www.alodokter.com senin (7/7/2025) antara lain:

1.Terapi radiasi atau radioterapi sebelumnya, terutama pada pasien yang pernah menjalani pengobatan kanker.

2.Lymphedema kronis, yaitu pembengkakan jangka panjang akibat penyumbatan pada sistem getah bening.

3.Paparan bahan kimia berbahaya, seperti arsen atau vinil klorida.

4.Kelainan genetik tertentu, termasuk neurofibromatosis tipe 1, sindrom Maffucci, dan sindrom Klippel-Trenaunay.

Gejala angiosarcoma dapat sangat bervariasi, tergantung pada lokasi tubuh atau organ yang terkena. Bila menyerang kulit, gejala yang umum muncul antara lain: Memar atau luka yang tidak kunjung sembuh atau malah membesar, benjolan yang tampak menonjol dan terus membesar, luka mudah berdarah jika terkena goresan ringan atau benturan, pembengkakan kulit di sekitar luka.

Sementara itu, bila angiosarcoma menyerang organ dalam, gejalanya bisa lebih sulit dikenali. Beberapa contoh gejala berdasarkan lokasi kanker adalah:

1.Angiosarcoma payudara: benjolan, perubahan ukuran atau bentuk payudara, puting tertarik ke dalam, munculnya ruam, serta perubahan warna kulit.

2.Angiosarcoma jantung: nyeri dada seperti ditekan, batuk berdarah, demam, gangguan irama jantung, lemas, pembengkakan kaki, dan sesak napas.

3.Angiosarcoma hati: nyeri di perut kanan atas, perut membesar, serta gejala penyakit kuning.

4.Angiosarcoma tulang: nyeri hebat di tulang, pembengkakan, dan risiko patah tulang secara tiba-tiba.

Karena pertumbuhannya yang cepat dan kemampuannya menyebar ke organ lain, angiosarcoma termasuk dalam kategori kanker yang sulit diobati jika terlambat terdeteksi. Oleh karena itu, para ahli menekankan pentingnya pemeriksaan medis sejak muncul gejala awal yang mencurigakan.

Deteksi dini dan pengobatan yang cepat dapat meningkatkan peluang kesembuhan dan memperlambat penyebaran kanker. Jika Anda mengalami gejala-gejala di atas atau memiliki faktor risiko yang disebutkan, segera konsultasikan ke dokter.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....