Tips Menangani Orang Pingsan dengan Tepat dan Aman
- 02 Mei 2025 09:46 WIB
- Talaud
KBRN, Talaud: Pingsan merupakan kondisi hilangnya kesadaran secara tiba-tiba akibat menurunnya aliran darah ke otak. Fenomena ini bisa terjadi pada siapa saja dan dipicu oleh berbagai faktor, seperti serangan panas (heat stroke), kadar gula darah yang terlalu rendah atau tinggi, tekanan darah rendah, gangguan jantung, dehidrasi, hingga gangguan kecemasan dan serangan panik.
Dalam situasi darurat, penanganan yang tepat sangat penting untuk mencegah kondisi memburuk. Tenaga medis mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik saat menghadapi orang yang pingsan.
Menurut dr.Devika Y dilansir dari www.alodokter.com jumat(02/5/2025) untuk menangani orang pingsan ada beberapa cara yang bisa dilakukan, diantaranya:
1. Pastikan pasien berada di tempat yang aman dan nyaman. Jika berada di jalan raya atau di bawah terik matahari, segera pindahkan ke tempat teduh atau ke tepi jalan.
2. Longgarkan pakaian atau sabuk yang dikenakan pasien.
3. Segera hubungi tim medis atau layanan ambulans untuk mendapatkan bantuan profesional.
4. Panggil dan tepuk bahu pasien untuk memeriksa adanya respons.
5. Periksa napas dan denyut nadi, terutama di bagian leher.
6. Baringkan pasien dalam posisi telentang dan naikkan kakinya sekitar 30 cm dengan bantuan bantal atau tumpukan buku, guna membantu aliran darah ke otak.
7. Jika pasien muntah, miringkan kepala pasien untuk mencegah tersedak.
8. Untuk merangsang kesadaran bisa mengoleskan minyak kayu putih, minyak angin, atau kapas beralkohol ke ujung hidung pasien.
9. Jangan memberikan makanan atau minuman apa pun sebelum pasien sadar sepenuhnya.
10. Setelah pasien sadar, barulah dapat diberikan minuman manis seperti teh manis atau air gula, terutama jika pingsan disebabkan oleh gula darah rendah. Namun bagi pasien dengan riwayat diabetes, gula darah harus dicek terlebih dahulu.
Dokter Devika juga menekankan bahwa dalam kasus pingsan ringan akibat cuaca panas, seperti saat upacara bendera, umumnya tidak memerlukan penanganan lanjutan. Namun jika pasien memiliki riwayat penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, atau gangguan jantung, atau menunjukkan gejala sesak napas dan nyeri dada, disarankan segera membawa pasien ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Pertolongan pertama yang benar sangat pentiong sehingga masyarakat dapat membantu menyelamatkan nyawa dan mencegah komplikasi serius saat menghadapi kondisi pingsan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....