Trigliserida Tinggi - Penyebab, Gejala Dan Diagnosis

  • 07 Nov 2024 12:47 WIB
  •  Talaud

KBRN, Talaud : Trigliserida merupakan salah satu jenis lemak yang terdapat dalam darah dan sel-sel lemak. Tubuh memperoleh sebagian besar trigliserida dari makanan, seperti minyak goreng, daging berlemak, mentega, krim, dan keju. Trigliserida bisa datang juga dari gula dan alkohol.

Trigliserida tinggi merupakan kondisi saat kadar trigliserida yang ada di dalam tubuh sudah melebihi batas normal. Apabila tidak tertangani dengan tepat, akan bererisiko terjadinya penyakit jantung dan peradangan pada pankreas yang diakibatkan oleh kadar trigliserida yang berlebihan.

Lemak yang asalnya dari makanan yang dikonsumsi akan dipecah dan diubah menjadi energi. Setiap lemak yang tidak diperlukan oleh tubuh, diubah menjadi trigliserida lalu disimpan di sel-sel lemak. Ketika diperlukan, trigliserida akan dilepaskan untuk digunakan sebagai sumber energi.

Kenaikan kadar trigliserida dalam darah berlaku apabila pengambilan trigliserida dari makanan melebihi keperluan tubuh. Kondisi ini bisa menyebabkan penebalan dinding pembuluh darah yang berisiko untuk mengakibatkan stroke, serangan jantung, dan penyakit jantung.

Penyebab Tingginya Trigliserida

Dilansir dari Alodokter, tingginya kadar trigliserida dalam darah selain disebabkan oleh asupan lemak yang berlebihan, juga dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya :

1. Adanya kelainan genetik

Memiliki anggota keluarga yang mempunyai riwayat kelainan genetik familial hypertriglyceridemia sangat berisiko mengalami peningkatan trigliserida secara tidak normal dalam tubuh.

2. Mengkonsumsi karbohidrat berlebihan

Peningkatan kalori dan gula dalam tubuh dapat dipicu oleh mengkonsumsi makanan dengan karbohidrat yang berlebihan serta pola diet yang buruk. Gula dan kalori berlebih akan diubah oleh hati menjadi trigliserida untuk disimpan dalam sel lemak.

3. Mengkonsumsi minuman beralkohol

Alkohol mengandung banyak kalori dan gula yang bisa memengaruhi kadar trigliserida di tubuh Anda.

4. Kebiasaan merokok

Senyawa dalam rokok dapat menghambat respon tubuh terhadap hormon insulin. Hormon insulin memiliki peranan penting dalam mengatur kadar gula dan trigliserida. Sebagai akibatnya, kadar trigliserida dalam tubuh terus meningkat.

5. Jarang Sekali Berolahraga.

Ketika sedang berolahraga, tubuh akan memecah sel lemak untuk mendapatkan energi. Jika seseorang tidak sering berolahraga, lemak akan menumpuk dengan akibat meningkatnya kadar trigliserida dalam darah.

6. Memiliki penyakit serta kondisi tertentu

Beberapa penyakit atau kondisi tertentu bisa membuat seseorang memiliki tingkat trigliserida yang lebih tinggi dalam darah. Penyakit tersebut yakni diabetes, penyakit ginjal, penyakit liver, kadar hormon tiroid rendah (hipotiroidisme), obesitas, dan menopause

7. Penggunaan obat-obatan tertentu

Jenis obat-obatan yang memiliki efek samping meningkatan trigliserida, seperti obat diuretik, obat penyakit jantung jenis penghambat beta, obat antiradang jenis kortikosteroid, obat HIV, obat penekan sistem kekebalan tubuh (obat imunosupresif), vitamin A jenis retinoid, dan Hormon estrogen dan progesteron

Gejala Tingginya Trigliserida

Pada umumnya, kadar trigliserida yang tinggi dalam tubuh tidak akan menimbulkan gejala tertentu. Namun, trigliserida tinggi yang disebabkan oleh kelainan genetik dapat mengakibatkan xanthelasma, yaitu plak kekuningan karena adanya gumpalan lemak di kelopak mata.

Dalam banyak situasi, orang yang memiliki tingkat trigliserida tinggi seringkali tidak menyadari adanya kondisi tersebut. Penderita sering baru sadar memiliki kadar trigliserida tinggi ketika melakukan tes darah. Konsultasikan dengan dokter mengenai opsi pengobatan alternatif jika kadar trigliserida Anda tetap tinggi meskipun sudah mengubah gaya hidup. Patut diwaspadai juga apabila muncul gejala-gejala yang mengarah pada komplikasi trigliserida tinggi.

Diagnosis Trigliserida Yang Tinggi

Diagnosis trigliserida yang tinggi dapat dilakukan dengan menguji darah. Tes ini merupakan bagian dari pemeriksaan kolesterol atau lebih tepatnya profil lemak. Pemeriksaan profil lemak sebaiknya dilakukan secara teratur setiap 4–6 tahun sekali agar kadar lemak dalam tubuh selalu terpantau. Pada tes tersebut, darah akan diambil dari pembuluh di lengan. Apabila ingin mendapat hasil yang tepat, pasien akan diminta untuk tidak mengonsumsi makanan atau minuman apapun selain air putih selama 9–12 jam sebelum pengambilan sampel darah.

Kadar trigliserida diukur dalam satuan miligram per desiliter (mg/dL), kemudian dinilai berdasarkan kategori berikut:

- Normal: Kadar trigliserida kurang dari 150 mg/dL

- Batas tinggi: Kadar trigliserida 150–199 mg/dL

- Tinggi: Kadar trigliserida 200–499 mg/dL

- Sangat tinggi: Kadar trigliserida lebih dari 500 mg/dL

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....