Benarkah Kiamat Terjadi November 2026?
- 31 Agt 2026 11:45 WIB
- Talaud
RRI.CO.ID, Talaud - Isu mengenai 13 November 2026 sebagai “hari kiamat” kembali beredar di media sosial. Narasi tersebut muncul setelah sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Science pada 1960 mencantumkan tanggal tersebut dalam judulnya.
Penelitian berjudul Doomsday: Friday, 13 November, A.D. 2026 itu ditulis Heinz von Foerster bersama Patricia M. Mora dan Lawrence W. Amiot. Kajian tersebut menggunakan pendekatan matematika untuk melihat kecenderungan pertumbuhan populasi manusia berdasarkan data yang tersedia pada masa itu.
Perhitungan dalam penelitian menunjukkan adanya titik ketika jumlah penduduk secara matematis akan menuju nilai yang sangat besar atau tak terhingga apabila pola pertumbuhan terus berlangsung dengan cara yang sama. Kondisi tersebut dikenal dalam matematika sebagai singularity.
Namun hasil perhitungan itu bukan prediksi bahwa kehidupan di Bumi akan berakhir pada 13 November 2026. Tanggal yang dicantumkan merupakan konsekuensi dari model matematika dan asumsi pertumbuhan penduduk yang digunakan para peneliti.
Pertumbuhan populasi dunia pada kenyataannya dipengaruhi berbagai faktor dan tidak berjalan secara konstan. Tingkat kelahiran dan kematian, perkembangan kesehatan, kondisi ekonomi, pendidikan, migrasi, kebijakan pemerintah serta perubahan sosial turut menentukan perkembangan jumlah penduduk.
Data Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui World Population Prospects 2024 juga menunjukkan kecenderungan yang berbeda. Populasi dunia yang diperkirakan mencapai sekitar 8,2 miliar pada 2024 diproyeksikan terus bertambah hingga sekitar 10,3 miliar pada pertengahan 2080-an sebelum berangsur menurun menjadi sekitar 10,2 miliar pada akhir abad ini.
Perubahan tersebut salah satunya dipengaruhi penurunan tingkat kesuburan di sejumlah negara. PBB memperkirakan angka kesuburan global berada di sekitar 2,3 kelahiran per perempuan pada 2024. Lebih dari separuh negara dan wilayah di dunia bahkan telah berada di bawah tingkat penggantian penduduk sebesar 2,1 kelahiran per perempuan.
Dengan demikian tidak terdapat dasar ilmiah yang membuktikan bahwa umat manusia akan musnah atau dunia berakhir pada 13 November 2026. Informasi yang mengaitkan tanggal tersebut dengan kiamat merupakan kesalahpahaman terhadap konteks penelitian yang telah berusia puluhan tahun.
Masyarakat diimbau tidak mudah mempercayai informasi bersifat sensasional yang beredar di media sosial. Memeriksa sumber asli, memahami metode penelitian dan melihat konteks sebuah temuan menjadi langkah penting agar informasi ilmiah tidak berubah menjadi kabar menyesatkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....