Hari Internet Internasional, Jejak Revolusi Teknologi Dunia Modern
- 28 Okt 2025 08:40 WIB
- Talaud
KBRN, Talaud : Hari Internet Internasional jatuh pada tanggal 29 Oktober, dan jika kita menengok kembali iklan AOL yang unik "You've got mail" sekitar tahun 1997, hanya sedikit yang dapat membayangkan apa arti internet setelah bertahun-tahun kemudian. Kita menyukai hal baru yang disebut "email", tetapi dapatkah kita membayangkan memesan seluruh liburan ke luar negeri melalui ponsel kita pada pukul 3 pagi? Atau sesuatu yang disebut Instagram? Atau implikasi web di seluruh dunia? Mari kita luangkan waktu sejenak untuk menengok kembali bagaimana semua itu terjadi dan apa yang akan terjadi selanjutnya.
Sejarah Hari Internet Internasional
29 Oktober 1969. Charley Kline, seorang mahasiswa pascasarjana muda di kampus UCLA, mencoba mengirim pesan internet pertama kepada rekannya, Bill Duvall, di Stanford. Mereka sedang mengerjakan sesuatu yang disebut ARPANET (Advanced Research Projects Agency Network), jaringan yang didanai Departemen Pertahanan AS yang menghubungkan empat terminal yang terpasang di UCLA, Stanford, UC Santa Barbara, dan Universitas Utah.
"Jadi saya sedang menelepon dan mengetik L lalu berkata, 'Oke, saya mengetik L, Anda mengerti?" ujar Charley Kline, dikutip dari National Today (28/10). Bill Duvall, orang di Stanford, sedang memperhatikan monitornya dan dia mengetik L. Charley mengetik O. Mendapat O. Mengetik G. "Tunggu sebentar, sistem saya mogok," kata Bill. "Saya akan menelepon Anda kembali" lanjut Kline. Satu jam kemudian, di bawah pengawasan profesor ilmu komputer UCLA, Leonard Kleinrock, Kline berhasil mengirim pesan "LOGIN" yang lengkap.
Pria lain, seorang ilmuwan komputer bernama Joseph Licklider, juga patut dipuji sebagai pelopor internet dengan visi awal jaringan komputer di seluruh dunia jauh sebelum jaringan itu dibangun. Kini ia dikenal sebagai "Johnny Appleseed-nya komputasi."
Mustahil untuk menghitung dampak internet terhadap masyarakat secara keseluruhan. Itu seperti mencoba mencari tahu bagaimana telepon dan mesin cetak mengubah dunia. Kita berawal dari ruang obrolan, program surel, dan beberapa situs web dasar, lalu berakhir di tengah revolusi budaya. Kini, kita punya surel beserta akses ke kemungkinan tak terbatas yang ada di genggaman kita.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....