Revitalisasi Bank Sampah Desa Kaima Hadirkan Teknologi Digital

  • 22 Sep 2025 23:17 WIB
  •  Talaud

KBRN, Minut: Upaya mendukung pembangunan berkelanjutan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat, program PKM Revitalisasi Bank Sampah JaGo di Desa Kaima, berinovasi menggabungkan konsep teknologi, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi berbasis digital.

Program melalui dukungan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, yang merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat, bertujuan untuk mengatasi permasalahan sampah, memberdayakan usaha mikro kecil menengah (UMKM), dan memperkenalkan teknologi ramah lingkungan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Tim Dosen terdiri dari 3 orang dosen dengan Ketua Tim Irvandi W. Ombuh,SE, MM, Grace C. Sumakul, S.Si, M.M, dan Parno S.Mahulae, M.Pd bekerja bersama mahasiswa menerapkan solusi berbasis teknologi dan memberikan pelatihan langsung kepada masyarakat.

Tim pengabdian ini bekerja secara kolaboratif dengan berbagai pihak di desa, termasuk Bumdes, Aparat Desa, serta pelaku UMKM dan Koperasi Merah Putih, untuk memastikan keberhasilan dan keberlanjutan program.

Difokuskan program ini adalah revitalisasi Bank Sampah JaGo, bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah di Desa Kaima.

Bank Sampah selama ini telah berperan penting dalam pengelolaan limbah rumah tangga, kini diperkenalkan dengan teknologi maggot untuk mengolah sampah organik.

“Teknologi maggot tidak hanya membantu mengurangi volume sampah, tetapi juga menghasilkan produk bernilai, seperti pakan ternak dan pupuk organik, yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan peternakan local,” ujar pemateri yang sekaligus mempraktekkan penerapan Bank Sampah Jago.

Penerapan energi surya juga menjadi bagian dari strategi keberlanjutan program ini. Dengan memanfaatkan sumber energi terbarukan ini, Bank Sampah JaGo akan beroperasi lebih efisien dan ramah lingkungan.

Pemasangan panel surya ini tidak hanya mendukung operasional Bank Sampah, tetapi juga memberikan akses energi yang lebih murah dan bersih bagi masyarakat, mengurangi ketergantungan pada energi konvensional, dan mendorong kesadaran akan pentingnya pemanfaatan energi terbarukan.

Tidak hanya terbatas pada pengelolaan lingkungan, program ini juga menempatkan literasi digital sebagai pilar utama untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Pelatihan literasi digital diberikan kepada peserta dari berbagai unsur masyarakat, termasuk pelaku UMKM, Bumdes, Aparat Desa, dan Koperasi Merah Putih.

Pelatihan ini meliputi penyusunan laporan keuangan, yang penting untuk menjaga transparansi dan kelangsungan usaha, serta pemasaran digital, untuk memasarkan produk UMKM secara efektif melalui platform online.

Memahami cara mengelola keuangan usaha secara digital, diharapkan pelaku UMKM dapat meningkatkan kelangsungan usaha mereka dan memperoleh akses pembiayaan yang lebih mudah.

Selain itu, masyarakat juga akan dibekali dengan keterampilan pemasaran digital untuk mempromosikan produk-produk lokal melalui platform online.

“Ini memberikan peluang besar bagi UMKM setempat untuk memperluas pasar mereka, baik secara lokal maupun global. Dalam dunia yang semakin terhubung, kemampuan untuk memanfaatkan platform e-commerce dan media sosial menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya saing produk-produk local,” kata pemateri.

Ketua Bank Sampah Jago, Bapak Victor Pinontoan, St mengakui Program revitalisasi Bank Sampah ini sangat membantu dalam meningkatkan pengelolaan sampah di desa. Teknologi maggot yang diperkenalkan memberikan solusi yang sangat efektif dalam mengurangi sampah organik dan menghasilkan produk bermanfaat.

Selain itu, adanya energi surya membuat operasional Bank Sampah lebih efisien dan ramah lingkungan.

“Kami merasa sangat terbantu oleh program ini, dan kami yakin ini akan memberikan dampak jangka panjang yang positif bagi desa kami,” ujar warga setempat.

Sementara itu, Michael, pelaku UMKM salah satu peserta pelatihan literasi digital, mengatakan, Pelatihan tentang penyusunan laporan keuangan dan pemasaran digital sangat bermanfaat untuk usaha.

“Dulu saya kesulitan mengelola keuangan dengan baik, tetapi setelah mengikuti pelatihan ini, saya bisa membuat laporan yang lebih jelas dan mudah dipahami. Selain itu, mempelajari cara memasarkan produk melalui internet, karena membuka peluang baru bagi usaha saya. Saya merasa lebih percaya diri dalam menjalankan usaha dan memperluas pasar."katanya.

Program dengan dukungan penuh dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, di implementasikan sebagai bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat.

Tahun pendanaan untuk program ini adalah 2025, dengan komitmen jangka panjang untuk menciptakan perubahan berkelanjutan dan memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat.

Kegiatan dengan melibatkan mahasiswa dan akademisi, bekerja sama dengan masyarakat untuk mengimplementasikan solusi-solusi berbasis teknologi yang inovatif, serta mentransfer pengetahuan tentang pengelolaan sampah, energi terbarukan, dan penggunaan teknologi digital untuk meningkatkan produktivitas ekonomi.

Masyarakat Desa Kaima dipastikan merasakan manfaat langsung dalam berbagai aspek. Selain pengelolaan sampah lebih efisien dan ramah lingkungan, masyarakat juga akan mendapatkan pelatihan keterampilan yang dapat meningkatkan pendapatan mereka, memperbaiki pengelolaan usaha, dan memperkenalkan mereka pada pasar digital yang lebih luas.

Program ini juga berpotensi untuk membuka lapangan pekerjaan baru, baik dalam pengelolaan Bank Sampah JaGo, penggunaan teknologi maggot, maupun dalam sektor UMKM yang dapat memanfaatkan pemasaran digital. Secara keseluruhan, program ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem yang mandiri dan berkelanjutan di Desa Kaima, yang dapat dijadikan model bagi desa-desa lain di Indonesia.

PKM Revitalisasi Bank Sampah JaGo di Desa Kaima merupakan contoh kolaborasi antara akademisi, mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah dalam menciptakan solusi berbasis teknologi yang mendukung keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan ekonomi.

Melalui penerapan teknologi maggot, energi surya, dan literasi digital, program ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi desa untuk menuju keberlanjutan yang lebih baik, serta memperkenalkan model pengelolaan sampah yang lebih modern dan ramah lingkungan. Dengan pendanaan yang diberikan pada tahun 2025, program ini juga akan membuka jalan bagi pengembangan lebih lanjut, tidak hanya di Desa Kaima, tetapi juga di daerah lainnya yang membutuhkan solusi serupa.

Diketahui, Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) merupakan program yang dilaksanakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang bertujuan untuk mendorong mahasiswa dalam berkontribusi nyata kepada masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam menyelesaikan masalah yang ada di komunitas.

Program ini menjadi salah satu bentuk sinergi antara akademisi dan masyarakat dalam upaya memajukan kesejahteraan Bersama untuk bangsa dan berdampak pada dunia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....