Gerhana Matahari Sebagian 2025 Tidak Tampak Di Indonesia

  • 21 Sep 2025 10:48 WIB
  •  Talaud

KBRN, Talaud: Fenomena alam langka akan terjadi pada 21 September 2025 berupa gerhana matahari sebagian. Sayangnya, masyarakat Indonesia tidak akan dapat menyaksikan momen langka ini karena wilayah Nusantara berada di luar jalur bayangan Bulan yang menutupi Matahari.

Gerhana matahari terjadi ketika posisi Matahari, Bulan, dan Bumi berada dalam satu garis lurus menyebabkan cahaya Matahari terhalang oleh Bulan. Dalam kasus gerhana matahari sebagian, hanya sebagian permukaan Matahari yang tertutup oleh Bulan menciptakan tampilan unik di langit siang hari. Tidak semua wilayah di dunia akan mengalami fenomena ini.

Melansir dari Kumparan, sekitar 16,6 juta orang di dunia atau sekitar 0,20% dari populasi global diperkirakan akan dapat menyaksikan gerhana matahari sebagian ini. Dari jumlah tersebut sekitar 409.000 orang (0,004% dari populasi global) akan berada di lokasi yang memungkinkan mereka melihat gerhana dengan cakupan hingga 70% permukaan Matahari tertutup Bulan.

Indonesia tidak termasuk dalam jalur pengamatan gerhana ini. Wilayah yang paling dekat dengan Indonesia dan masih memungkinkan untuk menyaksikan gerhana adalah Australia terutama bagian selatan. Selain itu pemandangan gerhana dengan cakupan maksimum sekitar 80% akan terjadi di tengah Samudra Selatan tepatnya antara Selandia Baru dan wilayah Antartika.

Sementara itu, wilayah Semenanjung Antartika yang lebih sering dikunjungi hanya akan mengalami gerhana sebagian dengan cakupan sekitar 12% itu pun menjelang Matahari terbenam.

Mengutip dari buku Sistem Tata Surya karya Sema Gul (2007), gerhana matahari adalah fenomena ketika Bulan berada di antara Bumi dan Matahari, menyebabkan bayangan jatuh ke permukaan Bumi dan menghalangi sebagian atau seluruh cahaya Matahari. Gerhana seperti ini hanya terjadi saat fase bulan baru ketika posisi Bulan tepat berada di antara Bumi dan Matahari.

Meski tak bisa disaksikan di Indonesia, fenomena ini tetap menjadi sorotan di kalangan penggemar astronomi global. Peristiwa gerhana matahari baik total maupun sebagian menjadi peluang untuk mengamati keajaiban alam semesta secara langsung dengan alat pengamatan yang aman dan sesuai.

Bagi masyarakat Indonesia masih ada peluang untuk menyaksikan gerhana matahari lainnya di masa depan. Untuk itu, informasi dari badan antariksa dan lembaga astronomi dapat menjadi panduan penting dalam merencanakan pengamatan fenomena langit berikutnya.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....