Blood Moon 2025: Gerhana Bulan Total Paling Lama

  • 06 Sep 2025 07:00 WIB
  •  Talaud

KBRN, Talaud: Fenomena langit yang spektakuler akan terjadi pada tanggal 7–8 September 2025 yakni gerhana bulan total atau Blood Moon. Peristiwa langka ini akan dapat disaksikan di berbagai belahan dunia, terutama secara utuh dari wilayah Asia dan Australia Barat. Sementara itu Eropa, Afrika, Australia Timur, dan Selandia Baru juga akan bisa melihat sebagian fase dari gerhana ini.

Gerhana bulan total terjadi ketika Bumi berada di antara Bulan dan Matahari sehingga cahaya Matahari tidak dapat langsung mencapai Bulan. Atmosfer Bumi tetap membiaskan cahaya ke permukaan Bulan karena molekul udara di atmosfer menyebarkan cahaya biru lebih kuat, hanya cahaya merah yang tersisa dan dipantulkan ke Bulan. Inilah yang membuat Bulan tampak berwarna merah gelap sebuah fenomena yang dikenal sebagai Blood Moon.

Lantas, apa saja fakta menarik dari fenomena ini? Melansir dari NASA berikut adalah beberapa hal penting yang perlu diketahui:

1. Gerhana Bulan Total: Fenomena Langka

Setiap tahun Bumi mengalami sekitar dua gerhana bulan tetapi tidak semuanya merupakan gerhana total. Sebagian besar adalah gerhana penumbral atau parsial yang tidak menghasilkan efek dramatis seperti Blood Moon. Hanya sekitar 29% dari seluruh gerhana bulan yang merupakan gerhana total.

2. Blood Moon Hanya Terlihat Setiap 2,5 Tahun di Satu Lokasi

Meskipun gerhana bulan terjadi cukup rutin sebuah lokasi tertentu di Bumi biasanya hanya bisa menyaksikan Blood Moon sekitar sekali setiap 2,5 tahun. Hal ini disebabkan oleh posisi orbit Bulan dan rotasi Bumi yang memengaruhi wilayah mana yang dapat menyaksikan fase totalitas gerhana.

3. Tahun 2025: Dua Kali Blood Moon

Tahun 2025 menjadi tahun istimewa bagi para pecinta astronomi karena akan ada dua gerhana bulan total yang dapat disaksikan yaitu 13–14 Maret 2025 dan 7–8 September 2025. Kedua peristiwa ini akan menjadi momen langka dan sangat dinantikan untuk diamati, difoto, dan dipelajari.

4. Blood Moon September 2025 Akan Jadi yang Terlama Sejak 2022

Gerhana bulan total yang akan terjadi pada 7–8 September 2025 diprediksi akan menjadi yang terlama sejak tahun 2022 dengan durasi fase totalitas mencapai sekitar 82 menit (1 jam 22 menit). Ini adalah waktu di mana Bulan sepenuhnya berada dalam bayangan inti (umbra) Bumi dan tampak merah menyala. Momen ini sangat cocok untuk diabadikan, baik dengan kamera DSLR, teropong, maupun hanya dengan mata telanjang bagi para pengamat langit.

5. Bulan Akan Tampak Lebih Besar

Menariknya Blood Moon kali ini terjadi hanya 2,6 hari sebelum Bulan mencapai perigee yaitu titik terdekatnya dengan Bumi dalam orbit bulanannya. Hal ini akan membuat Bulan terlihat sedikit lebih besar dan lebih terang dari biasanya efek yang biasa disebut sebagai "Supermoon".

Fenomena Blood Moon selalu menjadi momen yang menakjubkan tidak hanya bagi para ilmuwan dan astronom tetapi juga bagi siapa pun yang mengagumi keindahan langit malam. Pastikan Anda menandai kalender untuk 7–8 September 2025 dan cari lokasi pengamatan yang bebas dari polusi cahaya agar bisa menyaksikan gerhana dengan jelas.

Siapkan juga kamera atau teropong untuk menangkap setiap detiknya, karena ini adalah peristiwa yang tidak terjadi setiap hari dan siapa tahu ini bisa menjadi salah satu momen paling mengesankan di tahun 2025.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....