Pemkab Talaud Matangkan Persiapan Adat Manee 2026
- 18 Apr 2026 21:45 WIB
- Talaud
RRI.CO.ID, Talaud– Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud mulai mematangkan persiapan pelaksanaan Adat Manee, salah satu tradisi kearifan lokal penangkapan ikan tradisional paling ikonik di Indonesia. Sebagai langkah awal, Pemkab menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) lintas sektor yang bertempat di Ruang Kerja Sekretaris Daerah.
Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Talaud, Yohanis Kamagi didampingi Asisten Administrasi Umum (Asisten III). Turut hadir dalam pertemuan strategis ini para Kepala Badan, Kepala Dinas terkait, serta jajaran Staf Khusus Bupati guna menyinkronkan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing instansi.
Agenda utama rapat membahas kesiapan teknis di Pulau Intata, Desa Kakorotan, Kecamatan Nanusa, yang akan menjadi pusat prosesi pada 23 Mei 2026 mendatang. Mengingat lokasi kegiatan berada di wilayah kepulauan terluar, koordinasi logistik, transportasi laut, hingga kenyamanan tamu undangan menjadi poin krusial dalam pembahasan.
"Adat Manee bukan sekadar seremoni, tapi merupakan warisan budaya sekaligus identitas masyarakat Talaud yang sudah dikenal dunia. Oleh karena itu, persiapan harus dilakukan secara mendetail, mulai dari aspek kelestarian lingkungan hingga manajemen acara di lapangan," ujar Sekretaris Daerah dalam arahannya.
Beberapa poin penting yang ditekankan dalam rakor tersebut meliputi:
• Dinas Pariwisata: Fokus pada promosi dan pengaturan arus kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara.
• Dinas Perhubungan & Kelautan: Menyiapkan armada transportasi serta memastikan titik labuh kapal di sekitar Pulau Intata aman.
• Dinas Lingkungan Hidup: Memastikan area konservasi tetap terjaga selama dan sesudah pelaksanaan adat.
• Keamanan dan Ketertiban: Melibatkan aparat terkait untuk memastikan kekhusyukan prosesi adat tetap terjaga.
Adat Manee merupakan tradisi menangkap ikan dengan menggunakan janur kelapa (sami) yang ditarik secara bersama-sama ke pesisir pantai. Tradisi ini sarat akan nilai gotong royong dan penghormatan terhadap alam, di mana masyarakat dilarang menangkap ikan di area tersebut (masa Eha) selama periode tertentu sebelum hari pelaksanaan.
Dengan koordinasi yang matang, Pemerintah Daerah berharap pelaksanaan Manee tahun 2026 ini dapat berjalan sukses, meningkatkan kunjungan pariwisata, dan terus melestarikan nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh leluhur Bumi Porodisa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....