PPG 2025 Wujudkan Guru Profesional dan Berintegritas Tinggi

  • 03 Sep 2025 14:49 WIB
  •  Talaud

KBRN, Talaud : Kemenag pada tahun ini telah menyelesaikan pelaksanaan Program Profesi Guru (PPG) untuk 91. 028 Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) yang mengajar di sekolah. Ini berarti bahwa PPG untuk guru PAI telah selesai dilaksanakan tahun ini. Ini adalah kali pertama dalam sejarah pelaksanaan PPG di Kemenag.

Dilansir dari kemenag.go.id, (3/9/2025), selain untuk guru PAI, sertifikasi juga diberikan kepada guru-guru di berbagai agama dan di madrasah, yang mencakup 10. 848 guru Pendidikan Agama Kristen, 5. 558 guru Pendidikan Agama Katolik, 3. 771 guru Pendidikan Agama Hindu, 530 guru Pendidikan Agama Buddha, serta 94. 736 guru madrasah.

Menurut Menag, pencapaian ini sejalan dengan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden mengenai pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas, serta Asta Protas Kemenag untuk mewujudkan pendidikan yang inklusif, unggul, dan terintegrasi.

“Guru adalah sebuah profesi yang mulia. Rasulullah SAW bersabda, ‘Sungguh, aku diutus sebagai pengajar,’” kata Menag, menekankan pentingnya perhatian negara terhadap peran para guru.

Menag mengingatkan agar para guru memaknai PPG sebagai sarana untuk melakukan transformasi, bukan sekadar syarat administratif. “Dengan adanya sertifikasi ini, kami berharap para guru semakin memiliki integritas, profesionalisme, dan menjadi teladan bagi generasi mendatang,” tambah Menag.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno, menambahkan bahwa PPG 2025 dirancang dengan fleksibilitas sehingga para guru dapat menyesuaikan waktu belajar tanpa mengabaikan tugas mengajar mereka. Program ini menggunakan sistem Manajemen Pembelajaran (LMS) yang dapat diakses secara online maupun offline, dan tetap mendapatkan bimbingan dari dosen LPTK/PTKIN.

“Kami memastikan bahwa lulusan PPG tidak hanya memiliki kompetensi professional, tetapi juga pemahaman beragama yang sejalan dengan visi Kemenag, yaitu Kurikulum Berbasis Cinta,” katanya.

Dirjen juga mengingatkan bahwa inti dari seorang guru bukan hanya terletak pada konten dan metode pengajaran, tetapi juga pada semangat yang dibawa saat mengajar. Metode lebih penting dibandingkan materi, guru memiliki peranan lebih besar daripada metode, dan semangat guru lebih signifikan dibandingkan guru itu sendiri. PPG ini harus menghasilkan guru dengan jiwa profesi yang tinggi dan pesan moral yang kuat untuk para siswanya.

Acara pembukaan PPG 2025 diawali dengan doa yang melibatkan berbagai agama. Para guru dari beragam latar belakang agama—Islam, Katolik, Kristen, Hindu, dan Buddha—bersatu dalam doa bersama demi keselamatan negeri ini. Momen ini menjadi simbol kuat dari persatuan dan harmoni dalam keragaman, serta menegaskan bahwa guru agama, apapun keyakinannya, mempunyai peranan penting dalam menjaga keutuhan bangsa.

Rekomendasi Berita