Kemensos RI Buka Desk Sekolah Rakyat
- 17 Apr 2025 14:36 WIB
- Talaud
KBRN, Jakarta : Desk Sekolah Rakyat akan dibuka selama lima hari, dimulai dari hari Rabu hingga Kamis (16-17 April 2025), dan kemudian pada hari Senin hingga Rabu (21-23 April 2025) di Gedung Konvensi Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.
Menurut laporan yang dilansir dari situs resmi Kementerian Sosial RI, kemensos.go.id, Kamis (17/4/2025), Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan bahwa desk ini akan melibatkan perwakilan dari berbagai kementerian dan lembaga yang berkaitan dengan Sekolah Rakyat.
Gus Ipul menjelaskan bahwa tujuan dari desk ini adalah untuk memberikan pelayanan kepada daerah agar mereka dapat memperoleh informasi lebih lanjut mengenai persiapan Sekolah Rakyat. Informasi yang dimaksud mencakup perizinan, penyediaan lahan, rekrutmen guru dan murid, serta dukungan sarana dan prasarana yang diperlukan. Daerah juga dapat mengajukan pertanyaan seputar Sekolah Rakyat.
Saat ini, kepala daerah dari berbagai wilayah antusias mengajukan proposal untuk pembangunan Sekolah Rakyat, menyambut positif inisiatif yang diusulkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Gus Ipul mengundang para kepala daerah untuk mengajukan permohonan kepada Kementerian Sosial, yang selanjutnya akan dilakukan asesmen sesuai dengan surat yang telah disampaikan oleh kementerian. Ia menegaskan bahwa Kementerian Sosial memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi daerah yang siap mendukung program Sekolah Rakyat, terutama dalam hal penyediaan lahan minimal 5 hektare.
Gus Ipul menambahkan bahwa Sekolah Rakyat merupakan langkah strategis untuk mengatasi kemiskinan melalui pendidikan. Sekolah ini akan menjadi wadah untuk membentuk karakter, meningkatkan kapasitas, serta membuka peluang mobilitas sosial antargenerasi.
Gus Ipul juga menambahkan bahwa Sekolah Rakyat akan terhubung dengan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), yang memungkinkan proses seleksi peserta didik dilakukan dengan akurat dan transparan. Sistem ini memastikan bahwa yang diterima merupakan anak dari keluarga miskin yang benar-benar membutuhkan.