Devita Rusdi Gandeng Arsitek Kecantikan Gangnam ke Indonesia
- 02 Jun 2026 17:45 WIB
- Talaud
RRI.CO.ID, Jakarta— Sebuah langkah besar dalam dunia estetika tanah air baru saja ditorehkan. Menjembatkan tren Refined K-Beauty agar hadir secara aman dan berbasis sains di tanah air, Devita Rusdy sukses menggelar kemitraan strategis global bertajuk "Langkah Strategis Kemitraan Global Edukasi Estetika Perempuan Indonesia" di Jakarta, Senin 1 Juni 2026 kemarin.
Perhelatan megah ini mempertemukan langsung Dr. Kim Han-jo, MD, salah satu pionir bedah plastik kosmetik paling dihormati dari Seoul, Korea Selatan, dengan Devita Rusdy yang bertindak sebagai host, figur publik, sekaligus pengusaha yang memimpin pergerakan lintas organisasi perempuan di Indonesia.
Bukan sekadar ajang konsultasi kecantikan biasa, pertemuan internasional ini merupakan inisiasi diplomasi kultural dan edukatif. Tujuannya satu: menetapkan standar baru kecantikan yang aman, alami, dan berbasis sains tinggi bagi perempuan Indonesia.
Suasana acara berlangsung glamor dan bertabur bintang. Di antara deretan selebritas yang hadir, tampak aktor muda Emiliano Cortizo yang menggandeng kekasih barunya, Annisa Kaila. Hadir pula sosok inspiratif Nabila Fenelia, yang baru saja dinobatkan sebagai Miss Tourism Universe 2026.
Tidak hanya didominasi industri hiburan, ruang pertemuan dipadati oleh ratusan pengusaha perempuan sukses, aktivis, dan sosialita yang antusias menyerap arah baru perkembangan estetika medis global.
"Saya secara personal sangat merekomendasikan Eleven Plastic Surgery, rumah sakit milik Dr. Kim di Korea Selatan. Jika berbicara soal perawatan estetika, bedah plastik, dan anti-aging, saya sendiri telah mencobanya secara langsung di Eleven dan merasakan hasil luar biasa yang sangat memuaskan," ungkap Devita Rusdy di tengah kemeriahan acara.
Ia juga memuji personaliti Dr. Kim yang dinilai sangat ramah, terbuka, serta tulus untuk berbagi ilmu kecantikan yang tepat kepada perempuan di Indonesia.
Sinergi inspiratif ini digerakkan oleh dua figur yang memiliki rekam jejak luar biasa di bidangnya masing-masing. Dr. Kim Han-jo, MD selaku Head Doctor sekaligus pemilik Eleven Plastic Surgery yang terafiliasi dengan jaringan pusat estetika medis premium Eight Plastic Surgery di kawasan elit Gangnam-gu, Seoul, membawa modal pengalaman klinis selama lebih dari 21 tahun. Sebagai lulusan Yonsei University College of Medicine dan mantan profesor di Severance Hospital, keahlian internasionalnya telah diasah melalui residensi di Mount Sinai Hospital New York serta Chang-Gung University Hospital Taiwan.
Pengalaman tersebut dipadukan secara selaras dengan ekosistem medis premium di rumah sakitnya yang dikenal sangat ketat dalam mengutamakan keselamatan pasien melalui evaluasi 3D CT Scan, tes darah, dan EKG sebelum tindakan. Rumah sakit ini juga telah menjadi Center of Excellence global untuk berbagai prosedur, mulai dari pembedahan kontur wajah, pembentukan kelopak mata alami, hingga teknologi non-invasif mutakhir seperti fat grafting, thread lifting, serta skin booster premium.
Di sisi lain, Devita Rusdy selaku seorang host dan beauty enthusiast membawa kekuatan jejaring sosial yang masif dalam perannya sebagai Ketua DPD Perhimpunan Perempuan Lintas Profesi Indonesia (PPLIPI) DKI Jakarta. Selain berkiprah aktif di berbagai organisasi perempuan dan kepemudaan, dedikasi Devita dalam memimpin organisasi pemberdayaan ekonomi perempuan dan UMKM ini menjadi jembatan yang sangat efektif untuk menyebarluaskan akses informasi kesehatan dan kecantikan ke berbagai lapisan masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan hadirnya gelombang dukungan besar dari komunitas para pengusaha perempuan lintas sektor dalam acara ini.
Kolaborasi antara Dr. Kim Han-jo dan Devita Rusdy secara langsung melahirkan langkah taktis yang konkret dalam membangun kerja sama antarnegara di bidang edukasi estetika. Melalui kemitraan strategis ini, pihak Eleven Plastic Surgery Korea Selatan bersama jaringan organisasi perempuan Indonesia sepakat untuk menginisiasi program transfer pengetahuan medis (knowledge transfer) melalui pelatihan gabungan dan seminar berkala guna meningkatkan standar kompetensi keamanan medis bagi para praktisi kecantikan lokal.
Lebih dari itu, jalur organisasi kemasyarakatan seperti PPLIPI akan dimanfaatkan secara terstruktur sebagai saluran distribusi literasi kecantikan. Langkah ini bertujuan agar perempuan Indonesia, termasuk para pelaku usaha dan figur publik yang hadir, memiliki benteng pengetahuan yang kuat sehingga tidak terjebak pada penggunaan produk ilegal atau prosedur kecantikan ekstrem tanpa pengawasan dokter berlisensi resmi.
Sebagai langkah berkelanjutan, kerja sama ini juga membuka fasilitas layanan konsultasi lintas batas yang terpersonalisasi (1-on-1 personalized consultation) secara hibrida. Fasilitas tersebut memberikan kesempatan emas bagi kaum perempuan di Indonesia untuk mendapatkan analisis anatomi wajah dan solusi anti-aging yang jujur langsung dari ahlinya tanpa hambatan bahasa.
Melalui keterpaduan program yang utuh ini, kecantikan tidak lagi dipandang sebagai tren visual yang semu, melainkan sebuah investasi kesehatan yang terukur sekaligus perwujudan kemandirian, kekuatan The Power of Woman, dan rasa percaya diri perempuan Indonesia untuk tampil bersinar di kancah global.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....