RRI Manado Hadirkan Lompatan Digital Era Multi Platform
- 11 Sep 2025 22:52 WIB
- Talaud
KBRN, Manado: Dunia penyiaran radio di Sulawesi Utara tengah memasuki babak baru. Tak lagi sekadar suara yang keluar dari sebuah mikrofon, namun kini terpadu dengan kamera, televisi, hingga layar digital.
Perubahan ini dirasakan langsung oleh Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulawesi Utara, Reidy Sumual, saat berdialog di studio RRI Manado.
"Kenapa ini luar biasa? Karena tampilan sekarang sudah multi platform. Kita tidak hanya berhadapan dengan mic, tapi juga kamera, televisi, dan monitor lainnya. Artinya, persaingan era digital sudah tercipta di LPP RRI," ucapnya (11/9/2025).
Menurutnya, kondisi ini menjadi lompatan besar bagi RRI yang mampu bersaing dengan media sosial. Bahkan, keberadaan radio di era digital disebutnya tetap leading berkat dukungan fasilitas serta jaringan luas yang dimiliki.
Dari sekitar 20 radio yang masih beroperasi di Sulawesi Utara, sebagian lembaga penyiaran swasta (LPS) mulai mengalami kesulitan, bahkan ada yang berniat menjual frekuensi mereka.
Namun berbeda dengan RRI, inovasi digital terus dilakukan. Reidy menilai bahwa radio publik ini justru berhasil memanfaatkan media sosial bukan sebagai pesaing, melainkan penguat siaran.
"Sebagai insan radio, kita tidak boleh stagnan. Media sosial tidak akan mematikan radio, justru memperkuat. Itu yang dilakukan RRI, termasuk RRI Manado," katanya.

Siaran Live RRI saat Berdialog yang ditampilkan melalui siaran teresterial RRI Manado, serta di Multipltaform, RRI Digital, RRI Streaming, Website rri.co.id dan Medsos. Foto: RRI Manado.
Lanjutnya, KPID Sulut pun telah menginisiasi langkah kolaborasi antara RRI dengan radio swasta. Pertemuan perdana bahkan sudah dilakukan bersama Bank SulutGo.
Bentuk kerjasama ini rencananya berupa siaran gabungan satu jam setiap minggu atau dua minggu sekali, yang memungkinkan masyarakat di pelosok Sulut hingga kepulauan Sangihe sampai Talaud tetap terhubung dengan informasi yang akurat.
"Kolaborasi ini penting. Walaupun RRI dengan terestrialnya menjangkau hampir seluruh Sulut, ada segmentasi pendengar di kendaraan-kendaraan, ada sekitar satu juta unit. Itu bisa disentuh bersama radio swasta," ujarnya.
Di sisi lain, Reidy menyoroti pentingnya kualitas sumber daya manusia (SDM) penyiar radio. Menurutnya, kreativitas menjadi kunci agar radio tetap diminati di tengah derasnya arus podcast dan konten digital lain.
"Kalau penyiar hanya membaca apa yang ada di media sosial, itu kering. Tapi kalau setiap hari membaca buku, akan ada kosakata baru, narasi baru, dan kreativitas baru. Itu yang membuat radio tetap hidup di telinga pendengar," tegasnya.
Siaran Live menggambarkan bagaimana RRI Manado dan dunia penyiaran Sulut tengah melakukan transformasi.
Dari ruang studio sederhana kini berkembang menjadi ruang multi platform yang menghadirkan suara, gambar, dan narasi yang lebih segar.
Di tengah tantangan digital, semangat kolaborasi dan inovasi menjadi kunci agar radio tetap relevan dan dipercaya publik.