Tekuni Usaha Rajut, Inggrit Tekankan Pentingnya Ketelitian dan Konsistensi

  • 21 Agt 2026 13:22 WIB
  •  Talaud

RRI.CO.ID, Talaud – Menekuni kerajinan rajut membutuhkan ketelitian, kesabaran dan konsistensi. Hal ini dirasakan langsung oleh Inggrit Mocodompis yang mengembangkan hobi merajut menjadi peluang usaha.

Inggrit mengatakan, setiap produk rajutan memiliki tingkat kesulitan dan waktu pengerjaan yang berbeda. Semakin rumit motif dan pola yang digunakan, semakin lama pula waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikannya.

Ia mengaku pernah mengalami kegagalan saat mencoba membuat sweater. Proses pengerjaan bahkan berlangsung hingga dua bulan, namun produk tersebut belum berhasil diselesaikan.

“Sampai sekarang ada satu produk yang sangat diinginkan untuk dibuat tapi belum berhasil, itu adalah sweater atau kardigan. Saya pikir pas lihat-lihat YouTube ada begitu banyak referensi cara membuat. Dilihat gampang, cuma motif begini, pola begini. Setelah dibuat, ternyata sangat sulit,” ungkap Inggrit saat Acara Magota Bacarita di Pro1 RRI Tahuna Kamis, 20 Agustus 2026 siang.

Meski menghadapi kesulitan, pengalaman tersebut tidak membuat Inggrit menyerah. Sebaliknya, kegagalan menjadi bagian dari proses untuk terus belajar dan mengembangkan keterampilannya.

Menurut Inggrit, ketika hobi dikembangkan menjadi sebuah usaha, berbagai tantangan merupakan hal yang tidak dapat dihindari. Karena itu, diperlukan konsistensi agar usaha yang dirintis tetap berjalan meskipun menghadapi kendala.

“Jangan menyerah, karena kalau berbicara tentang merajut, di awal itu terasa sangat antusias dan bersemangat untuk membuat. Tapi nanti di pertengahan jalan akan ada kendala, banyak rintangan dan tantangan. Jadi dibutuhkan konsistensi untuk terus berjalan. Walaupun pelan, walaupun tidak secepat awal, usahakan tetap bergerak,” ujarnya.

Selain memiliki nilai ekonomi, Inggrit menilai produk rajutan juga memiliki nilai fungsional dan dapat dipadupadankan dengan berbagai aksesori maupun kebutuhan sehari-hari.

Iapun berharap kedepan dapat membuka komunitas bagi masyarakat yang tertarik belajar merajut. Menurutnya, komunitas tersebut dapat menjadi ruang untuk berbagi pengetahuan dan keterampilan, sekaligus membuka peluang bagi masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, untuk memperoleh tambahan penghasilan, semakin banyak masyarakat yang berani mengembangkan keterampilan dan hobi yang dimiliki menjadi produk kreatif bernilai ekonomi, sehingga tidak hanya memberikan manfaat bagi diri sendiri, tetapi juga berdampak positif bagi lingkungan sekitar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....