Peluang Emas UMKM Kuliner Takjil di Bulan Ramadan
- 23 Feb 2026 09:54 WIB
- Talaud
RRI.CO.ID, Talaud - Bulan Ramadan bukan hanya menjadi waktu ibadah dan refleksi spiritual, tetapi juga periode penting yang membawa peluang ekonomi besar terutama bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sektor kuliner.
Permintaan masyarakat terhadap makanan ringan dan hidangan buka puasa (takjil) meningkat tajam di sore hari, sehingga membuka ruang besar bagi UMKM untuk memaksimalkan penjualan produknya setiap sore menjelang buka puasa.
Kuliner Takjil: Peluang Variasi Menu, Melansir Riau Pagi, takjil sendiri adalah istilah yang merujuk kepada makanan dan minuman ringan yang dikonsumsi untuk mempercepat berbuka puasa. Jenis takjil yang dijual oleh UMKM sangat beragam, mulai dari menu tradisional seperti kolak pisang, biji salak, dan es kelapa muda, hingga gorengan atau cemilan modern yang disesuaikan dengan selera pasar. Permintaan tinggi terhadap beragam pilihan takjil ini menunjukkan bahwa usaha kuliner berbasis menu buka puasa benar-benar menjadi peluang bisnis yang menjanjikan di bulan Ramadan.
Bazar Takjil: Menggerakkan Ekonomi Lokal, Laman Sumenep Kabupaten menyebutkan, fenomena bazar takjil yang digelar pada Ramadan di berbagai wilayah di Indonesia menunjukkan dampak ekonomi nyata bagi UMKM. Misalnya, bazar takjil di Kabupaten Sumenep menyemarakkan perekonomian masyarakat dengan ratusan UMKM kuliner yang ikut serta menjual aneka menu buka puasa, dari makanan tradisional hingga minuman segar. Acara seperti ini tidak hanya memenuhi kebutuhan masyarakat akan takjil, tetapi juga meningkatkan pendapatan harian para pelaku UMKM.
Kegiatan bazar ini biasa diselenggarakan pemerintah daerah atau komunitas lokal dan berlangsung hampir sepanjang bulan puasa. Perputaran uang di bazar takjil memberi kesempatan bagi UMKM kecil untuk memperluas jangkauan pasar sekaligus membangun relasi dengan konsumen baru.
Dampak Positif di Tingkat Nasional,
Kementerian Koperasi dan UKM menyebutkan bahwa Ramadan menjadi “musim panen” bagi pengusaha UMKM kuliner karena permintaan yang melonjak drastis selama bulan puasa. Fenomena seperti “war takjil” yang sering viral di media sosial juga menjadi salah satu contoh bagaimana UMKM kuliner mampu memaksimalkan momentum ini untuk meningkatkan penghasilan mereka. Selain itu, dukungan pemerintah melalui kemudahan perizinan, pelatihan, akses pembiayaan, dan alokasi area berjualan membantu memastikan proses usaha UMKM berjalan aman dan nyaman.
UMKM kuliner takjil dan buka puasa memainkan peranan penting dalam menggerakkan ekonomi lokal di bulan Ramadan. Permintaan yang meningkat setiap sore menjelang buka puasa bukan hanya memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat, tetapi juga membuka peluang usaha menguntungkan bagi pelaku UMKM. Dukungan dari pemerintah, komunitas, dan kreativitas pelaku UMKM dalam mengembangkan produk kuliner dapat semakin memperkuat sektor ini sebagai salah satu penopang perekonomian ekonomi rakyat di Indonesia.