​Warga Desa Mala Timur Terapkan Sistem Longyam

  • 11 Feb 2026 13:07 WIB
  •  Talaud

RRI.CO.ID, Talaud : Kabupaten Kepulauan Talaud, yang dikenal sebagai Bumi Porodisa, memiliki potensi besar untuk mentransformasi ketahanan pangan lokal melalui sistem Longyam (Balong-Hayam). Meskipun merupakan wilayah kepulauan, ketersediaan sumber air alami di desa Mala Timur menyediakan fondasi kuat bagi budidaya air tawar yang selama ini masih tertutup oleh dominasi perikanan tangkap.

​Sistem ini bekerja dengan menempatkan kandang ayam tepat di atas kolam ikan, menciptakan ekosistem tertutup yang saling menguntungkan. Sisa pakan dan kotoran ayam berfungsi ganda sebagai nutrisi langsung bagi ikan sekaligus pupuk alami untuk menumbuhkan plankton.

Pelaku usaha, Adisuwarman Larunde, Selasa 10 Februari 2026  mengatakan Keuntungan utamanya terletak pada optimalisasi lahan terbatas di sekitar pemukiman dan pemangkasan biaya produksi secara signifikan, mengingat ketergantungan Talaud terhadap pasokan protein dari luar daerah yang terbebani biaya logistik tinggi.

​Ia berharap usaha mandiri ini membutuhkan dukungan dari  pemerintah daerah melalui distribusi benih Nila dan Mujair menjadi motor penggerak utama. Kombinasi kedua jenis ikan ini sangat ideal untuk kondisi iklim Talaud karena daya tahannya yang kuat terhadap perubahan kualitas air.

Implementasi sistem Longyam tidak hanya akan meningkatkan kemandirian pangan masyarakat lokal, tetapi juga menciptakan model ekonomi sirkular yang mengubah limbah peternakan menjadi komoditas perikanan yang bernilai jual tinggi.

Rekomendasi Berita