Ekspor Sulut Tumbuh 3,32 Persen hingga Juli 2026

  • 05 Sep 2026 22:22 WIB
  •  Talaud

RRI.CO.ID, Manado - Kinerja ekspor Provinsi Sulawesi Utara sepanjang Januari hingga Juli 2026 menunjukkan pertumbuhan positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), nilai ekspor kumulatif mencapai US$738,01 juta, naik 3,32 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat US$714,30 juta.

Meski secara kumulatif meningkat, nilai ekspor Sulawesi Utara pada Juli 2026 justru mengalami penurunan secara tahunan. BPS Sulut mencatat nilai ekspor Juli 2026 sebesar US$96,51 juta, turun 29,17 persen dibandingkan Juli 2025 yang mencapai US$136,26 juta.

Peningkatan ekspor secara kumulatif terutama didorong oleh kelompok komoditas lemak dan minyak hewani atau nabati atau HS-15. Nilai ekspor komoditas tersebut meningkat dari US$513,99 juta pada Januari-Juli 2025 menjadi US$533,35 juta pada periode yang sama 2026.

Selain itu, kelompok komoditas olahan daging, ikan, krustasea, dan moluska atau HS-16 juga mencatat peningkatan. Nilainya naik dari US$38,36 juta menjadi US$49,03 juta.

Sementara kelompok ikan, krustasea, dan moluska atau HS-03 relatif mengalami penurunan. Nilai ekspornya turun dari US$54,34 juta pada Januari-Juli 2025 menjadi US$54,07 juta pada Januari-Juli 2026.

Di sisi impor, BPS Sulut mencatat peningkatan yang cukup signifikan. Nilai impor pada Juli 2026 mencapai US$33,33 juta, naik 62,69 persen dibandingkan Juli 2025 yang sebesar US$20,49 juta.

Secara kumulatif, nilai impor Sulawesi Utara selama Januari-Juli 2026 mencapai US$134,64 juta, meningkat 39,98 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$96,19 juta.

Berdasarkan kelompok komoditas, impor Sulawesi Utara pada Januari-Juli 2026 masih didominasi bahan bakar mineral atau HS-27, kapal, perahu dan struktur terapung atau HS-89, serta pulp dari kayu atau HS-47.

BPS mencatat, impor bahan bakar mineral meningkat 14,76 persen dengan nilai mencapai US$84,92 juta. Sementara impor kapal, perahu, dan struktur terapung melonjak 52.228,73 persen dengan nilai US$11,83 juta. Impor pulp dari kayu juga meningkat 223,62 persen menjadi US$7,37 juta.

Dari sisi negara tujuan, Amerika Serikat menjadi pasar ekspor terbesar Sulawesi Utara sepanjang Januari-Juli 2026 dengan nilai US$154,71 juta. Nilai tersebut meningkat 332,22 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara untuk impor, Malaysia menjadi negara asal impor terbesar Sulawesi Utara dengan nilai mencapai US$60,05 juta, meningkat 51,42 persen dibandingkan Januari-Juli 2025.

Peningkatan nilai impor yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekspor turut memengaruhi neraca perdagangan Sulawesi Utara. Pada Juli 2026, Sulawesi Utara masih mencatat surplus perdagangan sebesar US$63,18 juta, meski turun dibandingkan surplus Juli 2025 yang mencapai US$115,77 juta.

Secara kumulatif Januari-Juli 2026, neraca perdagangan Sulawesi Utara tercatat surplus US$603,37 juta. Angka tersebut turun 2,39 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai US$618,12 juta.

Data BPS Sulawesi Utara tersebut menunjukkan bahwa kinerja perdagangan daerah masih mencatat surplus dan ekspor secara kumulatif tetap tumbuh. Namun, peningkatan impor yang cukup tinggi menjadi salah satu faktor yang menyebabkan surplus perdagangan hingga Juli 2026 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....