Vetiver, Tanaman Dengan Akar Wangi Untuk Mitigasi Bencana

  • 05 Feb 2024 20:07 WIB
  •  Talaud

KBRN, Talaud : Vetiver atau dengan nama latin Vetiveria zizanioides merupakan tanaman dari keluarga poaceae, sejenis rumput-rumputan yang di Indonesia dikenal dengan tanaman akar wangi. Tanaman yang berasal dari Tamil Nadu, India ini banyak digunakan sebagai obat–obatan, parfum, kosmetik, dan sabun. Selain itu, Vetiver dapat dijadikan minyak esensial yang disuling dari akar tanaman yang memiliki beberapa khasiat yang menenangkan, menyembuhkan, dan melindungi. Rumput ini tumbuh tegak dengan tinggi 1,5 sampai dengan 2,5 m, dan berkembang biak secara cepat sehingga membentuk rumpun-rumpun besar, mempunyai akar yang bisa mencapai lebih dari 3 m (bahkan di Thailand pernah ditemukan akar vetiver 5,2 m) (Agustin, 2009).

Ada begitu banyak cara yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya bencana banjir dan tanah longsor, diantaranya dengan melakukan mitigasi berbasis vegetasi. Menanam tanaman vetiver atau yang lebih dikenal dengan akar wangi menjadi salah satu pilihan yang mudah dan murah dilakukan.


Apa saja manfaat tanaman vetifer?

Dilansir dari laman BPBP Wonogiri dijelaskan, menggunaan rumput vetiver merupakan salah satu bentuk konservasi tanah dan air dengan pendekatan bioengineering metode vegetatif. Sistem perakaran unik yang dimiliki vetiver, diketahui akarnya dapat menembus lapisan dengan ketebalan hingga 15 cm yang sangat keras. Di lereng-lereng yang keras dan berbatu, ujung-ujung akar dari tanaman vetiver mampu masuk menembus dan menjadi semacam jangkar yang kuat. Cara kerja dari akar ini seperti besi kolom yang masuk ke dalam dan menembus lapisan tekstur tanah dan pada saat yang sama menahan partikel-partikel tanah dengan akar serabutnya. Kondisi ini bisa mencegah erosi yang disebabkan oleh angin dan air. Akar Vetiver akan memperbaiki dan menjaga keadaan tanah agar resisten terhadap daya penghancuran agregat oleh tumbukan butir-butir hujan dan pengangkutan oleh aliran permukaan, di samping itu perakaran vetiver akan meningkatkan daya penyerapan air di permukaan tanah sehingga jumlah air yang terinfiltrasi ke dalam tanah lebih besar. Selain akarnya, keberadaan rumput vetiver di permukaan tanah mampu menutup tanah agar terlindung dari daya perusak butir-butir hujan yang jatuh, meningkatkan daya gesek sehingga aliran permukaan mengalir dengan kecepatan yang tidak merusak.


Manfaat Tanaman Vetiver


1. Memperbaiki Struktur Tanah


Tanaman tersebut memiliki akar yang sangat dalam dan masif (Noor, dkk. 2011). Panjangnya dapat mencapai 3-4 meter di tahun pertama. Bentuk akar vetiver mampu mengikat tanah dan tanaman ini berpeluang tetap kokoh meski diterjang arus yang deras. Akarnya yang dalam sekali dan cepat tumbuh membuat vetiver sangat toleran terhadap kekeringan dan sangat cocok sebagai stabilisasi tanah dengan tingkat kemiringan yang curam. Meskipun vetiver sangat toleran terhadap beberapa keadaan ekstrim tanah dan iklim seperti rumput pada umumnya, tetapi vetiver tidak toleran terhadap tempat teduh. Batangnya kaku dan tegak mampu tetap berdiri meskipun di arus yang dalam. Ketika ditanam rapat, tanaman pagarnya yang lebat berguna sebagai penyaring sedimen yang efektif dan penyebar air. Selain itu, tanaman ini juga tahan terhadap hama, penyakit, dan api.

2. Vetiver Untuk Mitigasi Bencana


Vetiver memiliki sistem perakaran yang lebar, dalam dan kuat, juga pertumbuhan cepat dan biomassa yang banyak, adaptif terhadap kondisi yang ekstrim, mudah dibudidayakan, dan tidak berpotensi menjadi gulma sehingga tepat digunakan untuk memitigasi bencana hidrometerorologi, seperti erosi dan tanah longsor (Anonim, 2021).


3. Vetiver sebagai Bahan Kerajinan


Akar Vetiver dapat diolah menjadi berbagai macam bentuk kerajinan yang unik dan menarik sehingga memiliki daya jual cukup tinggi. Akar wangi yang baik untuk dijadikan kerajinan adalah yang berusia 10 – 12 bulan karena panjangnya sudah mencapai 40 sentimeter sehingga memadai untuk ditenun sekaligus agar mengeluarkan wangi yang tahan lama. Setelah akar wangi di panen dan dibersihkan, akar-akar tadi ditenun (Anonim, 2011). Ukuran akar yang nggak sama besar justru menjadi kelebihan karena menjadikan tenunan bertekstur unik. Selain itu, vetiver juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan kerajinan secara langsung tanpa ditenun terlebih dahulu seperti pembuatan souvenir.


4. Ekstraksi akar wangi ini juga dapat menghasilkan minyak atsiri.


Minyak akar wangi (vetiver oil) sebagai salah satu jenis minyak atsiri yang diekstrak dari bagian akar tanaman akar wangi (Vetiveria zizanoides) memiliki manfaat yang luas, seperti digunakan dalam parfum, kosmetik, sabun wangi, anti inflamasi, pencegah serangga, anti bakteri, dan bahan pembuatan insektisida (Baser dan Buchbauer dalam Haryono, 2018)


5. Vetiver untuk fitoremediasi.


Akar wangi ini juga sangat toleran pada cuaca ekstrim, pH tanah, tahan hama penyakit, sangat efisien menyerap nutrisi tanah dan toleran ditanah dengan kandungan logam berat sehingga sering dimanfaatkan untuk fitoremediasi lahan bekas tambang dengan mengakumulasi logam berat disekitarnya. Dengan ciri morfologis dan fisiologisnya yang luar biasa, Vetiver telah dengan sukses digunakan untuk merehabilitasi batuan limbah tambang dan fitoremediasi limbah tambang di berbagai negara (Truong et. all, 2011).

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....