Angka Kemiskinan di Talaud Meningkat, Ini Pemicunya

  • 04 Jan 2024 13:55 WIB
  •  Talaud

KBRN, Talaud : Angka kemiskinan di Kabupaten Kepulauan Talaud pada tahun 2023 dari hasil evaluasi Badan Pusat Statistik ( BPS) mengalami kenaikan diatas 8 persen.

Hal tersebut disampaikan Bupati Kepulauan Talaud Elly Engelbert Lasut saat apel perdana ASN di lingkup Pemda, Kamis (4/1/2024).

" Dia meningkat nol koma sekian persen. Peningkatan itu harus betul betul kita waspadai. Tak hanya Talaud, seluruh kabupaten kota secara nasional meningkat angka kemiskinannya. Kabupaten Kepulauan tak boleh membiarkan itu. Kita akan berusaha untuk melakukan intervensi supaya kemiskinan tidak meluas, tidak meningkat. Penanganan inflasi adalah salah satu usaha mencegah meningkatnya angka kemiskinan, " ungkap Bupati

Lasut mengatakan, salah satu upaya menekan inflasi adalah lewat penanaman sejuta ubi kayu, cabai dan tomat oleh semua ASN Pemda dan 10.000 kepala keluarga di Talaud termasuk lansia. E2L juga menambahkan pada tahun ini akan menaikan TTP PNS yang melakukan program menaman komoditi dimaksud dimana setiap orang wajib menaman 100 pohon 3 jenis komoditi yang diinstruksikan.

Nantinya laporan realisasi penanaman oleh PNS akan dievaluasi pada akhir februari sedangkan untuk keseluruhan targetnya akan dievaluasi pada bulan juli 2024.

Berdasarkan data yang diperoleh RRI dari website resmi BPS dan interview dengan Kepala BPS Kepulauan Talaud Bayu Prabowo memang terjadi kenaikan sekian persen angka kemiskinan di Talaud untuk tahun 2023 dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Menurut Kepala BPS Talaud apa yang disampaikan Bupati adalah potret kemiskinan pada bulan maret 2023 yang bersumber dari Survey Sosial Ekonomi Nasional. Perbandingan yang disampaikan adalah perbandingan dengan maret tahun 2022.

" Selama satu tahun itu banyak dinamika yang terjadi. Cara pengukuran itu menggunakan metode basic needs kebutuhan dasar. Bagaimana masyarakat mampu memenuhi kebutuhan dasar. Dengan menggunakan metode basic needs itu, kita mengukur kemiskinan dengan yang namanya garis kemiskinan. Salah satu komponen garis kemiskinan itu adalah garis kemiskinan makanan," ucap Bayu

Didalam komponen garis kemiskinan itu terang Kepala BPS, ada 52 komoditi yang digunakan untuk mengukur garis kemiskinan salah satu yang punya andil besar adalah makanan pokok yaitu komoditi beras.

" Kalo tidak salah ingat di bulan maret 2023 itu inflasi atau kenaikan harga beras sedang hangat hangatnya. Kalo kita berbicara kemiskinan. Karena beras itu adalah salah satu komoditi penting dalam penghitungan kemiskinan, ketika dia naik maka akan sangat sensitif terhadap pengeluaran konsumsi masyarakat, " tambahnya

Bayu menambahkan untuk perkembangan dan evaluasi angka kemiskinan akan dilakukan kembali pada maret tahun 2024 karena survey dilaksanakan pada bulan tersebut sementara untuk rilis dijadwalkan akan dilaksanakan sekitar november atau desember tahun berjalan.

Pada tahun 2023, presentase penduduk miskin menurut kabupaten/kota untuk Talaud berada pada angka 8,46 persen, sementara pada tahun 2022 berada pada angka 8,25 persen. Meski begitu penduduk miskin pada tahun 2022 mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun 2021 yang berada pada angka 9,00 persen.

.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....