Dampak Kemarau Panjang, Lebih dari 100 Tanaman Warga Talaud Mengering

  • 29 Sep 2026 19:14 WIB
  •  Talaud

RRI.CO.ID, Talaud – Kemarau yang masih melanda wilayah Kabupaten Kepulauan Talaud mulai berdampak pada tanaman perkebunan milik petani di Desa Kiama.

Petani asal Kiama, Eduard Binei, saat dihubungi RRI, Selasa 29 September 2026, mengatakan sekitar 100 pohon pala miliknya yang tersebar di empat lokasi kebun mengalami kekeringan akibat minimnya air.

“Kalau mo apa semua sekitaran 100 pala di 4 tampa, Liaddara, Ampuhan, Mararandim deng Tinuwang yang mengalami kekeringan,” ujar Eduard.

Menurutnya, tanaman pala tersebut terdiri dari pohon yang sudah berbuah maupun yang belum berbuah. Kondisi kekeringan membuat petani harus berupaya menjaga tanaman dengan melakukan penyiraman secara manual.

Eduard mengatakan, saat ini terdapat dua lokasi kebun yang masih dapat dijangkau menggunakan kendaraan roda dua untuk membawa air. Penyiraman dilakukan di wilayah Mararandim dan Ampuhan.

“Yang jaga siram dua tampa karna dekat motor boleh mo maso, akang ba bawa air di Mararandim deng Ampuhan,” katanya.

Ia menjelaskan, khusus di kebun Liaddara terdapat sekitar 60 pohon pala dan sekitar 30 pohon cengkih. Tanaman yang sudah berbuah maupun yang belum berbuah turut menghadapi kondisi kekeringan.

Eduard mengkhawatirkan jika kemarau terus berlangsung, tanaman perkebunan masyarakat dapat mengalami kerusakan bahkan mati, yang kemudian berdampak terhadap hasil produksi pada tahun mendatang.

“so mo mati semua tanaman. Deng pasti tahun depan depe hasil produksi tanaman mo kurang,” ungkapnya.

Kondisi tersebut menjadi kekhawatiran bagi petani karena tanaman pala dan cengkih membutuhkan waktu untuk tumbuh dan menghasilkan, sementara kekeringan berkepanjangan berpotensi mengurangi produksi pada musim panen berikutnya

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....