Dampak Pemadaman Bergilir, Warga Kalongan Geruduk Kantor PLN ULP Lirung
- 14 Sep 2026 22:03 WIB
- Talaud
RRI.CO.ID, Talaud — Puluhan warga yang mengatasnamakan Gerakan Masyarakat Menderita Karena Listrik dari Desa Kalongan meredam amarah dengan mendatangi Kantor PLN ULP Lirung, Kabupaten Kepulauan Talaud, Jumat siang. Aksi ini memprotes kebijakan pemadaman listrik bergilir yang dinilai sangat merugikan warga di Pulau Salibabu.
Koordinator aksi, Gutson Mauri, menegaskan bahwa pemadaman berkelanjutan ini melumpuhkan berbagai aktivitas masyarakat dan sektor vital di wilayah tersebut.
"Akibat pemadaman bergilir ini, sejumlah sektor vital seperti pendidikan, kesehatan, hingga UMKM mulai merasakan dampak buruknya," ujar Gutson saat menyampaikan tuntutannya.
Pemerintah Kabupaten Talaud yang diwakili Plt. Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Natalianus Essing, turut hadir memantau penanganan masalah ini. Pihak Pemkab mengklaim terus berupaya mengupayakan solusi jangka panjang untuk krisis listrik di kawasan kepulauan tersebut.
"Pemerintah daerah saat ini terus melakukan langkah nyata untuk menghadirkan dua unit mesin baru. Mesin ini nantinya disiapkan untuk menunjang kebutuhan pasokan aliran listrik di Pulau Salibabu dan Pulau Kabaruan," jelas Natalianus Essing.
Menanggapi tuntutan warga, Manajer PLN ULP Lirung, Maikel Salindeho, menyatakan bahwa pemadaman terjadi akibat gangguan teknis. Pihaknya kini tengah memacu proses perbaikan unit mesin yang rusak dan menantikan tambahan armada daya.
"Saat ini kami terus memacu proses perbaikan mesin. Kami juga sedang menunggu pengiriman satu unit mesin dari PLTD Tarun untuk segera membantu menunjang pasokan listrik di Pulau Salibabu," terang Maikel.
Setelah menyampaikan tuntutan serta berdialog langsung dengan jajaran pimpinan PLN ULP Lirung, massa aksi membubarkan diri secara tertib. Seluruh rangkaian aksi damai ini berlangsung aman dengan pengawalan ketat dari personel Polsek Lirung dan Koramil Lirung.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....