Sapaan Sederhana Jadi Tanda Kehadiran dalam Keluarga
- 09 Sep 2026 18:00 WIB
- Talaud
RRI.CO.ID, Talaud - Sapaan sederhana memiliki peran penting dalam membangun kehangatan dan kedekatan di dalam keluarga. Hal tersebut disampaikan Yustinje Dirangga saat mengisi program Mutiara Pagi Pro 1 RRI Talaud, dengan tema “Sapaan adalah Tanda Kehadiran”. Ia mengajak pendengar membiasakan diri menyapa pasangan, anak, maupun orang tua sebagai wujud perhatian dan kasih sayang.
Yustinje mengatakan ucapan seperti selamat pagi, menanyakan kabar, mengucapkan terima kasih, meminta maaf hingga mengatakan “I love you” mungkin terdengar sederhana tetapi memiliki arti besar bagi orang yang menerimanya.
“Kita sering menganggap sapaan sebagai hal yang sepele padahal hal-hal sederhana seperti inilah yang menentukan apakah seseorang merasa dicintai, dihargai, diperhatikan, dan dianggap penting,” ujarnya, Rabu 9 September 2026.
Ia menceritakan pengalamannya ketika meminta peserta dalam sebuah ibadah mengirimkan kalimat “I love you” kepada pasangan masing-masing. Respons yang muncul justru banyak berupa pertanyaan, seperti “Tumben”, “Ada apa?”, atau “Kenapa?”.
“Ini menandakan bahwa hal seperti ini jarang bahkan mungkin tidak pernah kita lakukan, sehingga ketika kita melakukannya justru menjadi tanda tanya besar,” ucapnya.
Menurutnya, tinggal bersama secara fisik belum tentu berarti hadir secara emosional. Suami, istri, maupun anak dapat merasa kesepian apabila tidak memperoleh perhatian dari orang terdekat. Ketika kita menyapa seseorang sebenarnya kita sedang berkata saya melihat kamu, saya menyadari keberadaanmu, kamu penting bagi saya, dan saya peduli dengan keadaanmu.
Pesan tersebut dikaitkan Yustinje dengan Kejadian 16:13 tentang El Roi, yang berarti Tuhan yang melihat. Ia mengingatkan bahwa Tuhan memperhatikan setiap manusia termasuk mereka yang mungkin diabaikan atau tidak dianggap. Karena itu sebagai anak-anak Tuhan, umat juga diajak untuk belajar melihat dan memperhatikan orang-orang yang berada paling dekat, terutama keluarga.
Ia mengajak pendengar memulai perubahan dari rumah dengan menyapa pasangan, anak, dan orang tua, mendengarkan cerita mereka, mengucapkan terima kasih, meminta maaf, serta menyampaikan kasih sayang.
“Keluarga kuat bukan tentang memiliki segalanya tetapi keluarga kuat adalah keluarga yang membuat setiap anggotanya dilihat, diterima, dihargai, dianggap, dan dikasihi,” katanya, mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....