Pangdam XIII/Merdeka Tinjau Pembangunan Jembatan Taloara di Beo
- 24 Agt 2026 19:14 WIB
- Talaud
RRI.CO.ID, Talaud – Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XIII/Merdeka, Mayjen TNI Mirza Agus, S.I.P., meninjau langsung progres pembangunan Jembatan Taloara di Kabupaten Kepulauan Talaud, Senin 24 Agustus 2026.
Infrastruktur ini menjadi salah satu fokus utama dalam Program Karya Bhakti (Karbak) Skala Besar TNI AD Tahun Anggaran 2026 di wilayah perbatasan utara Indonesia.
Mayjen TNI Mirza Agus bertolak dari Bandara Sam Ratulangi menggunakan pesawat komersial dan mendarat di Bandar Udara Melonguane pukul 13.42 WITA. Setibanya di lokasi, Pangdam bersama rombongan didampingi Wakil Bupati Kepulauan Talaud, Anisya Gretsya Bambungan, S.E., serta jajaran Forkopimda langsung menuju titik pembangunan di Beo termasuk Jembatan Taloara untuk memastikan kualitas konstruksi fisik berjalan optimal.
Pangdam menegaskan bahwa percepatan pembangunan Jembatan Taloara sangat krusial karena fungsinya sebagai urat nadi perekonomian dan aksesibilitas warga lokal.
Pembangunan Jembatan Taloara ini bukan sekadar pengerjaan fisik, melainkan komitmen TNI untuk menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat terluar NKRI. Pembangunan jembatan tersebut ditargetkan rampung dua pekan mendatang.
" Kami pastikan mutu pengerjaannya terjaga agar akses mobilitas warga, distribusi hasil bumi, dan konektivitas antardesa bisa berjalan lancar tanpa hambatan lagi," tegas Mayjen TNI Mirza Agus di sela-sela peninjauan.
Kehadiran jembatan baru ini disambut haru dan sukacita oleh warga sekitar yang selama ini mengalami kesulitan aksesibilitas, terutama saat musim hujan dan banjir.
"Dulu kalau air sungai meluap, kami susah sekali lewat . Terima kasih banyak untuk Pak Presiden, Pak KASAD, Pak Pangdam dan bapak-bapak TNI yang sudah membangun Jembatan Taloara ini," ujar beberapa warga serempak.
Selain Jembatan Taloara, Karbak Skala Besar TNI AD 2026 mencakup 120 titik sasaran strategis di Talaud, meliputi pembangunan sumur bor di Desa Tarun, renovasi gedung ibadah, perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), jalan, sekolah, hingga mikrohidro demi memacu kesejahteraan masyarakat perbatasan.
Selain, itu ada sejumlah sasaran non fisik yang telah dilaksanakan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....