Dua Nelayan Asal Salibabu Hilang di Perairan Gemeh, Pencarian Terkendala Cuaca
- 06 Agt 2026 15:05 WIB
- Talaud
RRI.CO.ID, Talaud – Personil Polsek Gemeh yang dipimpin langsung oleh Kapolsek IPDA Jerianto Samura, S.H., bergerak cepat melakukan langkah-langkah koordinasi dengan Pemerintah Kecamatan Gemeh, Pemerintah Desa Lahu, serta pihak keluarga tempat kedua nelayan menginap pada Kamis (6/8/2026) pagi pukul 09.00 WITA. Upaya ini dilakukan menyusul hilangnya dua orang nelayan asal Desa Dalum, Kecamatan Salibabu, yang dilaporkan hilang saat melaut di perairan wilayah Kecamatan Gemeh.
Dari hasil koordinasi dengan Camat Gemeh, pihak kecamatan telah melaporkan insiden ini ke Dinas BPBD Kabupaten Kepulauan Talaud untuk memohon bantuan armada maupun personil SAR. Namun, hingga saat ini belum ada bantuan armada maupun personil yang diturunkan ke lokasi. Sementara itu, Pemerintah Desa Lahu membeberkan bahwa usai menerima laporan pada Selasa (4/8/2026), mereka langsung berkoordinasi dengan pihak keluarga korban di Desa Dalum.
Pihak keluarga dijadwalkan tiba di Desa Lahu pada Sabtu (8/8/2026) mendatang. Upaya penyisiran mandiri oleh aparat desa dan kepolisian pun sempat diupayakan dengan menghubungi para nelayan pemilik perahu pamboat di Desa Lahu dan Desa Apan.
Sayangnya, tidak ada nelayan yang berani melaut karena kondisi cuaca buruk yang ditandai angin kencang dan gelombang tinggi. Pemerintah desa juga telah menghubungi Tim Basarnas Provinsi, tetapi pihak Basarnas menyatakan hanya dapat menanggung biaya bahan bakar dengan syarat armada disediakan dari lokasi. Hal ini menjadi kendala besar mengingat di wilayah Kecamatan Gemeh tidak tersedia kapal pemadai selain perahu nelayan berukuran kecil.
Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian di tengah laut belum bisa dilaksanakan demi keselamatan warga dan petugas. Kendati demikian, pihak kepolisian memastikan akan terus memantau situasi cuaca dan bersiap melakukan tindakan cepat begitu kondisi memungkinkan.
"Kami dari Polsek Gemeh terus berkoordinasi secara intensif dengan Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa, hingga pihak terkait lainnya untuk memantau perkembangan situasi dan mengupayakan langkah terbaik. Saat ini keselamatan tim di lapangan juga menjadi prioritas utama mengingat gelombang laut yang masih sangat tinggi dan angin kencang. Kami mengimbau warga dan para nelayan untuk tetap waspada serta tidak memaksakan diri melaut dalam kondisi cuaca ekstrem seperti sekarang," tegas IPDA Jerianto Samura.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....