Satu Unit Rumah Warga Desa Rusoh Beo Selatan Dilahap Si Jago Merah

  • 06 Agt 2026 15:02 WIB
  •  Talaud

RRI.CO.ID, Talaud - Peristiwa kebakaran melahap satu unit rumah warga pada Selasa, 4 Agustus 2026, sekitar pukul 13.25 WITA di Desa Ruso, Kecamatan Beo Selatan. Musibah ini menimpa Yarce Suuda, seorang ibu rumah tangga berusia 82 tahun.

Kejadian disaksikan langsung oleh dua warga setempat, yaitu Florce Sasumbala dan Hariyati Sasumbala, yang juga berprofesi sebagai ibu rumah tangga.

Sebelum musibah terjadi, korban sedang berada di rumah tetangga untuk makan dan berbincang. Tiba-tiba terdengar teriakan dari tetangga depan rumah yang memberitahukan bahwa rumah korban terbakar. Korban langsung berteriak meminta bantuan warga sekitar untuk memadamkan api.

Berdasarkan keterangan saksi, titik api pertama kali muncul dari kamar bagian belakang yang bersebelahan dengan dapur, tempat terdapat stopkontak listrik. Korban memastikan tidak ada aktivitas memasak atau membakar sesuatu saat kejadian.

Saksi Florce Sasumbala yang sedang duduk di depan rumah melihat kobaran api pertama kali dari kamar belakang tersebut dan segera berlari ke jalan meminta pertolongan warga. Sementara saksi Hariyati Sasumbala bergegas ke lokasi setelah mendengar teriakan warga. Api membesar sangat cepat dan melahap seluruh bangunan dalam kurun waktu 20 hingga 30 menit.

Meskipun seluruh bangunan dan dokumen penting seperti ijazah hangus terbakar, uang tunai milik korban sebesar Rp10.000.000 yang tersimpan di kamar depan berhasil diselamatkan dan diamankan oleh korban.

Kejadian ini tidak menimbulkan korban jiwa. Kerugian materil diperkirakan mencapai Rp50.000.000 akibat kehancuran total fisik bangunan, barang berharga, dan dokumen penting. Dugaan sementara penyebab kebakaran adalah hubungan arus pendek listrik (short circuit).

Terjadinya short circuit menunjukkan dugaan kegagalan proteksi sistem pemutus arus (MCB) yang tidak berfungsi seketika saat terjadi lonjakan beban atau kegagalan isolasi kabel. Respon cepat warga berhasil mencegah penyebaran api ke rumah sekitarnya, meskipun bangunan milik korban habis terbakar karena kondisi cuaca panas kemarau yang membuat material rumah sangat mudah terbakar.

Rangkaian kabel yang mengalami overheat diduga menjadi pemicu utama. Selama musim kemarau berlangsung, potensi kebakaran pemukiman maupun lahan berada pada tingkat kerawanan tinggi. Selain itu, korban dan keluarga diprediksi membutuhkan bantuan darurat dari Dinas Sosial atau BPBD terkait kebutuhan dasar serta pengurusan dokumen yang terbakar.

Kapolsek Beo, IPDA Eiffel Limporo mengatakan Kepolisian telah melakukan pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket) terhadap saksi-saksi, memetakan penyebab serta dampak kebakaran, memberikan imbauan keselamatan kepada warga, dan berkoordinasi dengan Unit Identifikasi Sat Reskrim Polres Kepulauan .

Guna mencegah kejadian serupa, Bhabinkamtibmas direkomendasikan untuk rutin mengedukasi warga agar tidak membakar sampah sembarangan, tidak membuang puntung rokok menyala di area kering, memastikan kompor atau tungku padam sebelum bepergian, serta melakukan pengecekan instalasi listrik berstandar SNI secara berkala. Di samping itu, diperlukan koordinasi dengan pemerintah daerah terkait pengadaan armada pemadam kebakaran untuk penanggulangan darurat di Kabupaten Kepulauan Talaud.

Seluruh rangkaian kegiatan penanganan berakhir pada pukul 15.30 WITA dalam situasi aman dan terkendali. Perkembangan lebih lanjut akan dilaporkan kembali.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....