Kemenkeu dan Kementan Gelar Sosialisasi Hilirisasi Kelapa di Talaud
- 30 Jul 2026 15:08 WIB
- Talaud
RRI.CO.ID, Talaud - Langkah strategis untuk memperkuat perekonomian daerah berbasis potensi lokal resmi dimulai di Kabupaten Kepulauan Talaud. Kementerian Keuangan RI bersama Kementerian Pertanian menggelar kegiatan Sosialisasi Hilirisasi Kelapa yang berlangsung di Gereja Ebenhaezer Melonguane, Kamis 30 Juli 2026.
Acara yang dihadiri oleh jajaran pejabat daerah, hingga para ketua kelompok tani dan penyuluh pertanian ini dibuka secara resmi oleh Bupati Kepulauan Talaud, Welly Titah diwakili Plh Sekda Daud Malensang.
Dalam sambutannya, Bupati Welly Titah menegaskan bahwa kelapa bukan sekadar tanaman budidaya biasa, melainkan identitas dan warisan leluhur yang telah menopang hidup masyarakat Talaud dari generasi ke generasi. Mengingat hampir seluruh jengkal tanah di wilayah Kepulauan Talaud sangat cocok untuk pertumbuhan kelapa, komoditas ini memegang peranan krusial sebagai penopang utama perekonomian daerah.
Namun, ia menyayangkan pengelolaan hasil kelapa selama ini yang masih didominasi penjualan bahan mentah, sehingga nilai tambah ekonominya belum dirasakan secara optimal oleh masyarakat.
Berdasarkan data statistik perkebunan setempat, potensi luas lahan kelapa di Kepulauan Talaud mencapai 26.181 hektar. Dari total tersebut, luas tanaman menghasilkan tercatat sebesar 17.907 hektar, tanaman belum menghasilkan seluas 912,25 hektar, dan tanaman rusak atau tua mencapai 3.562,78 hektar. Dari angka-angka tersebut, teridentifikasi adanya potensi perluasan lahan kelapa sekitar 3.897,51 hektar serta kebutuhan peremajaan dan rehabilitasi tanaman tua seluas 3.562,78 hektar.
Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud menyiapkan serangkaian langkah nyata. Pemkab berkomitmen membuka akses lahan baru yang layak tanam dengan menyediakan bibit kelapa unggul bersertifikat yang berumur pendek serta berhasil panen melimpah secara bertahap dan terencana. Selain itu, pemerintah daerah juga akan membantu pembaruan tanaman tua melalui program peremajaan bersubsidi demi meningkatkan kembali produktivitas lahan yang ada.
Upaya ini kian diperkuat dengan perhatian khusus terhadap penanganan hama Sexava yang akan diatasi melalui pemberian pupuk organik secara serentak. Pemerintah daerah merencanakan optimalisasi pemanfaatan seluruh bagian tanaman kelapa—tidak hanya buahnya saja—serta penyediaan Alat dan Mesin Pertanian (ALSINTA). Diharapkan, adanya tambahan anggaran dari pemerintah pusat nantinya dapat menyokong pembukaan jalan produksi perkebunan untuk memperlancar akses transportasi, efisiensi, dan produktivitas usaha tani masyarakat.
Lebih lanjut, Bupati menyampaikan bahwa sosialisasi hilirisasi kelapa ini bertumpu pada peningkatan kapasitas dan kualitas sumber daya manusia, khususnya para petani lokal. Langkah ini sejalan dengan arah pembangunan nasional, terutama Asta Cita ke-3 Presiden RI terkait peningkatan kualitas SDM. Melalui edukasi dan pendampingan yang berkelanjutan, para petani didorong untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan dalam mengelola potensi kelapa secara lebih modern, produktif, dan bernilai tambah, sehingga mampu bertransformasi dari sekadar produsen menjadi pelaku usaha yang mandiri dan berdaya saing.
Menutup sambutannya, Welly Titah mengimbau seluruh pihak untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi demi menyukseskan program hilirisasi. Dengan mengumandangkan semboyan kebersamaan daerah "Sansiote... Sampate Pate !!!", Bupati optimistis potensi besar kelapa di Kepulauan Talaud dapat diubah menjadi kekuatan ekonomi yang nyata demi peningkatan kesejahteraan seluruh masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....