Ketulusan di Ujung Utara Prajurit TNI

  • 17 Jul 2026 22:29 WIB
  •  Talaud

RRI.CO.ID, Talaud – Di bawah langit Miangas, pulau terdepan di ujung utara Indonesia, batas negara bukan sekadar patok wilayah yang harus dijaga dengan senjata. Bagi para prajurit TNI, menjaga kedaulatan juga berarti menjaga denyut nadi kehidupan warga setulus hati—termasuk mendampingi mereka di saat-saat paling sunyi dan berduka.

Hal ini dibuktikan nyata oleh para personel Koramil 1312-07/Miangas bersama anggota Pos Angkatan Laut (Posal) Miangas. Mendengar kabar duka atas berpulangnya salah satu warga, Bapak Talu Papea di Desa Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud, para prajurit berseragam loreng ini langsung bergerak secara spontan. Tanpa sekat, mereka melebur bersama warga, mengulurkan tangan untuk meringankan beban keluarga yang ditinggalkan.

Sejak pagi hari, halaman rumah duka riuh oleh gotong royong. Anggota Koramil dan Posal bahu-membahu mendirikan bangsal duka, menyiapkan tempat pemakaman, hingga perlahan mengusung peti jenazah menuju liang lahat. Ketika prosesi pemakaman usai, jemari-jemari kokoh yang biasa memegang senjata itu dengan penuh ketelatenan merapikan dan mengeraskan pusara almarhum.

"Bagi kami, wajib hukumnya untuk selalu hadir di tengah kesulitan masyarakat, apa pun bentuknya, " ujar Kapten Inf Alvian Taengetan, Danramil 1312-07/Miangas

Lebih dari Sekadar Penjaga Perbatasan. Tugas utama TNI di pulau terluar seperti Miangas memang menjaga keutuhan wilayah NKRI dari potensi ancaman luar. Namun, di balik seragam dinas yang gagah, tersimpan jiwa kemanusiaan yang hangat. Kehadiran mereka di rumah duka Bapak Talu Papea menjadi simbol kuat bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat bukanlah slogan semata, melainkan tindakan nyata yang terus dipelihara.

Kehadiran para prajurit di tengah masa-masa sulit ini memberikan kekuatan moril yang luar biasa bagi keluarga yang ditinggalkan. Pihak keluarga mendiang menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam atas ketulusan para anggota Koramil dan Posal Miangas.

"Kami sangat terbantu dan berterima kasih atas kepedulian bapak-bapak TNI. Di saat kami berduka, mereka hadir layaknya keluarga sendiri," ungkap salah satu perwakilan keluarga

Di beranda utara Nusantara, kebersamaan ini menjadi bukti bahwa sejauh apa pun sebuah wilayah dari pusat ibu kota, kehangatan gotong royong dan rasa persaudaraan sebangsa tidak akan pernah luntur. Para pembela negara di tapal batas ini telah menunjukkan bahwa menjaga kedaulatan terbaik adalah dengan menjaga hati rakyatnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....