Karya Bakti Skala Besar 2026 TNI AD di Talaud Resmi Dimulai

  • 15 Jul 2026 21:17 WIB
  •  Talaud

RRI.CO.ID, Talaud – Upaya akselerasi pembangunan di wilayah beranda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) resmi bergulir. Pelaksanaan Karya Bakti (Karbak) Skala Besar Tahun 2026 di wilayah kerja Komando Distrik Militer (Kodim) 1312/Talaud secara resmi dimulai, Rabu 15 Juli 2026.

Pembukaan program strategis ini ditandai dengan upacara khidmat yang dipimpin langsung oleh Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus bertempat di lapangan Rumah Jabatan Bupati Kepulauan Talaud.

Atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut), Gubernur dalam amanatnya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada jajaran TNI AD yang telah menginisiasi dan melaksanakan Karya Bakti Skala Besar di wilayah Talaud dan Sangihe. Program ini merupakan bentuk nyata kepedulian TNI dalam membantu pemerintah daerah mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah kepulauan dan perbatasan.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado yang turut melibatkan para dosen dan mahasiswa dalam kegiatan ini. Kehadiran mahasiswa bersama para prajurit TNI menunjukkan bahwa pembangunan daerah adalah tanggung jawab bersama. Kolaborasi antara pemerintah, TNI, perguruan tinggi, dan masyarakat seperti inilah yang diharapkan terus tumbuh, karena tantangan pembangunan saat ini membutuhkan semangat gotong royong serta kerja bersama dari seluruh komponen bangsa.

"Kita menyadari bersama bahwa pembangunan tidak boleh hanya berkutat di wilayah perkotaan. Daerah kepulauan dan perbatasan juga harus mendapatkan perhatian yang sama, bahkan lebih besar, karena wilayah inilah yang menjadi beranda terdepan NKRI," ujarnya.

Gubernur menambahkan bahwa Kabupaten Kepulauan Talaud dan Kabupaten Kepulauan Sangihe memiliki posisi yang sangat strategis. Selain menjadi wilayah perbatasan, daerah ini juga memiliki potensi besar di sektor perikanan, kelautan, pariwisata, dan sumber daya alam lainnya.

"Oleh karena itu, pembangunan di wilayah ini harus terus kita percepat agar masyarakat dapat menikmati pelayanan yang lebih baik, akses infrastruktur yang memadai, serta peningkatan kesejahteraan secara berkelanjutan," tutur Gubernur.

Karya Bakti Skala Besar ini menjadi salah satu upaya untuk memastikan bahwa pembangunan di daerah kepulauan dan perbatasan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Melalui program ini, pemerintah dan TNI juga sedang membangun harapan masyarakat, memperkuat kebersamaan, serta menghadirkan negara di tengah-tengah rakyat.

Hadirnya program kolaboratif ini menegaskan komitmen bersama dalam memperkuat infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan langsung antara Indonesia dan Filipina. Upacara pembukaan ini turut dihadiri oleh jajaran petinggi TNI, unsur pemerintah daerah, akademisi, serta forkopimda setempat.

Di antaranya tampak hadir Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Mirza Agus, Danrem 131/Santiago Brigjen TNI Yuri Elias Mamahi, Dandim 1312/Talaud Letkol Arh Yanuar Yudistira, Bupati Kepulauan Talaud Welly Titah, dan Wakil Bupati Talaud Anisya Gretsya Bambungan.

Dukungan dari wilayah tetangga juga terlihat dengan kehadiran Wakil Bupati Sangihe Tendris Bulahari beserta Dandim 1301/Sangihe Letkol Czi Nazaruddin. Selain itu, jajaran forum koordinasi pimpinan daerah yang mengawal jalannya acara meliputi Ketua DPRD Talaud Engelbertus Tatibi, Kapolres Talaud AKBP Dwi Yatmoko, Kajari Talaud Edwin Ignatius Beslar, serta Danlanal Melonguane Letkol Laut (P) Zunaidy Sanggel.

Dari sektor akademis dan pemerintahan, hadir Dekan FISIP Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Daud Ferry Liando, sejumlah perwira menengah dari jajaran Kodam, Korem, dan Kodim, pejabat teras di lingkup Pemprov Sulut dan Pemkab Talaud, para pemangku kepentingan (stakeholders), serta tamu undangan lainnya.

Karya Bakti Skala Besar ini mengedepankan konsep gotong royong dengan melibatkan sinergi kuat dari berbagai komponen bangsa. Mulai dari prajurit TNI, jajaran pemerintah daerah, kalangan perguruan tinggi, hingga partisipasi aktif masyarakat setempat.

Kolaborasi ini diarahkan untuk menggarap berbagai sasaran pembangunan, baik secara fisik maupun non-fisik, yang tersebar di sejumlah titik strategis Kepulauan Talaud.

Pembangunan infrastruktur difokuskan pada peningkatan aksesibilitas dan mobilitas melalui pembangunan jembatan serta jalan produksi guna memperlancar konektivitas warga dan distribusi hasil bumi. Di sisi lain, pemenuhan kebutuhan dasar dan sanitasi diwujudkan lewat pembuatan sumur bor, penyediaan fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK), serta perbaikan infrastruktur rumah pompa demi menjamin ketersediaan air bersih. Fasilitas publik seperti rumah ibadah dan gedung sekolah juga direhabilitasi untuk mendukung kegiatan spiritual serta pendidikan anak-anak di tapal batas, yang disempurnakan dengan upaya kemandirian energi melalui pembangunan pembangkit listrik mikro hidro sebagai solusi penyediaan energi ramah lingkungan yang berkelanjutan.

Tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur jangka panjang, momentum upacara pembukaan ini juga diwarnai dengan aksi sosial nyata yang menyentuh langsung kebutuhan harian masyarakat. Segera setelah upacara selesai, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan tali asih secara simbolis, aksi patriotik pembentangan Bendera Merah Putih di beranda utara NKRI, penyelenggaraan pasar murah guna membantu meringankan beban ekonomi warga, serta layanan pengobatan gratis untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di wilayah perbatasan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....