Sebelas Tahun Menjadi Tukang Cukur, Hanapi Bantu Orang Tua hingga Miliki Motor
- 14 Jul 2026 14:21 WIB
- Talaud
RRI.CO.ID, Talaud – Berbekal keterampilan sebagai tukang cukur rambut, Hanapi, perantau asal Madura, berhasil mengais rezeki di Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara. Sejak memulai usahanya pada 2015 di Melonguane, profesi tersebut menjadi sumber utama penghidupan bagi dirinya.
Hanapi mengatakan pendapatan yang diperoleh setiap hari tidak menentu karena bergantung pada jumlah pelanggan yang datang. Dalam sehari ia bisa memperoleh penghasilan sekitar Rp100 ribu hingga Rp200 ribu. Jika pelanggan ramai, pendapatannya dapat mencapai Rp300 ribu.
Dari penghasilan tersebut, Hanapi membaginya untuk berbagai kebutuhan. Sekitar Rp100 ribu digunakan untuk biaya hidup sehari-hari, Rp50 ribu untuk membayar kontrakan, Rp50 ribu untuk biaya operasional, sementara sisanya disisihkan sebagai tabungan.
"Tukang cukur membutuhkan kesabaran dan ketelitian agar pelanggan merasa puas dengan hasil potongan rambut yang diberikan, " ujar Hanapi Selasa, 14 Juli 2026
| Baca juga: SDN Damau Gelar Penamatan Siswa Kelas Enam |
Saat ini, tarif potong rambut di tempat usahanya dipatok sebesar Rp25 ribu per kepala.
Selama lebih dari 11 tahun menekuni profesi tersebut, Hanapi mengaku hasil usahanya mampu membantu memenuhi kebutuhan orang tuanya di kampung halaman. Bahkan, dari hasil bekerja sebagai tukang cukur, ia juga telah berhasil membeli satu unit sepeda motor.
Meski jumlah tukang cukur di Melonguane terus bertambah, Hanapi tetap bersyukur karena masih dipercaya pelanggan. Baginya, rezeki yang diperoleh setiap hari sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup dan terus menabung demi masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....