Jejak Historis Ketahanan Pangan dan Bahari Miangas
- 14 Jun 2026 20:44 WIB
- Talaud
RRI.CO.ID, Talaud - Dalam buku yang rilis pada 2025, Soleman Lantaa mengupas tuntas asal-usul bagaimana masyarakat Pulau Miangas mula-mula mempertahankan hidup mereka.
Pada awalnya, makanan pokok masyarakat Miangas adalah laluga—sejenis talas raksasa—yang dibawa oleh keturunan Lupa dari Laruha.
Varietas pangan di pulau terluar ini kemudian kian kaya setelah Nanusu membudidayakan aneka umbi-umbian dan tanaman lokal, seperti ubi kayu (panggi), ubi jalar (lameo), pisang wusa, sagu, pohon amu atau uru, pohon eama, hingga anuwo.
Seiring perkembangan zaman, mobilitas penduduk Miangas pun meluas. Mereka mulai berlayar ke pulau-pulau tetangga, baik menuju Filipina, Kepulauan Nanusa, hingga Pulau Karakelang. Sekembalinya dari pelayaran tersebut, para pelaut membawa pulang berbagai bibit tanaman baru—seperti mangga, cengkih, dan pala—yang kemudian tumbuh subur di tanah Miangas.
Selain pangan di darat, buku ini juga merekam bagaimana suku atau kelompok Tulungan Lupa memperkenalkan cara mencari nafkah di laut.
Jauh sebelum tradisi manami massal dikenal, jumlah penduduk Miangas masih sangat sedikit.
Kala itu, nelayan mencari ikan secara perorangan dengan metode malempa. Namun, hasil tangkapan dengan cara tradisional ini terbilang minim. Ketika populasi pulau mulai padat, masyarakat menyadari pentingnya kolaborasi. Mereka pun mulai bersekutu untuk memanen hasil laut bersama, sebuah tradisi komunal yang dikenal sebagai manammi.
Istilah manammi berakar dari kata sammi, yaitu janur kuning pohon kelapa yang dijalin untuk menggiring ikan ke satu titik yang telah disiapkan. Ketika air laut mulai surut (tammi), ikan-ikan yang terkurung dan terjebak dalam jaring janur tersebut tinggal dipanen dengan cara ditindis atau ditekan hingga mati.
Selain manammi, Lantaa juga mencatat dua teknik memancing tradisional Miangas lainnya yang sangat bergantung pada kearifan lokal:
Manranci: Teknik menangkap ikan dengan menggunakan mata umpan yang terbuat dari komang atau bilolo (sejenis umang-umang/kerang).
Manabba: Teknik unik menangkap ikan sako atau soroan menggunakan layang-layang tradisional (tabba) yang bahannya diambil dari serat pohon khusus.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....