Pemadaman Listrik di Pulau Salibabu, Omzet UMKM Merosot
- 22 Mei 2026 09:43 WIB
- Talaud
RRI.CO.ID, Talaud – Pemadaman listrik bergilir yang melanda wilayah kerja Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Lirung sejak beberapa hari terakhir mulai mengganggu roda perekonomian warga.
Akibat tersendatnya pasokan listrik, para pelaku usaha di Pulau Salibabu mengeluhkan penurunan omzet yang cukup signifikan.
Salah satu dampak nyata dirasakan oleh Junaldi Lindo, seorang penjaga depot air minum isi ulang. Ia mengaku pendapatannya turun drastis sejak pemadaman bergilir diberlakukan.
"Biasanya dalam sehari bisa dapat Rp200 ribu sampai Rp300 ribu. Tapi sekarang, karena listrik sering padam, omzet menurun drastis hanya berkisar Rp50 ribu hingga Rp100 ribu per hari," keluh Junaldi saat diwawancarai.
Menanggapi keluhan warga, Manager PT PLN (Persero) ULP Lirung, Rayki Adrian Limpong, membenarkan adanya gangguan pada sistem kelistrikan di wilayah tersebut. Saat ditemui di ruang kerjanya, Rayki menjelaskan bahwa pemadaman bergilir terpaksa dilakukan karena beberapa mesin pembangkit mengalami kerusakan mendadak.
"Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat, khususnya warga di Pulau Salibabu, atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat pemadaman pasokan aliran listrik ini," ujar Rayki.
Ia menambahkan bahwa saat ini tim teknis PLN tengah bekerja ekstra keras untuk memacu proses perbaikan mesin-mesin yang rusak. Pihak PLN menargetkan perbaikan dapat diselesaikan secepatnya guna meminimalisir dampak kerugian warga dan mengembalikan pasokan listrik ke kondisi normal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....