Sekilas Kisah Opa Are: Sang Penjaga Gerbang Miangas
- 15 Mei 2026 13:14 WIB
- Talaud
RRI CO.ID, Talaud - Di ufuk utara Nusantara, tepat di tanah Miangas yang kokoh, terukir sebuah legenda tentang keberanian murni yang melampaui logika senjata. Ia adalah Opa Are, sosok pahlawan yang namanya harum dalam sanubari para tetua, sang pelindung rakyat dari ancaman badai kekejaman.
Kala itu, langit Miangas meredup tertutup bayang-bayang layar perahu Balangingi dari Sulu. Di saat penduduk telah mengungsi mencari perlindungan di puncak Gunung Ota, Opa Are tidak ikut bersembunyi. Dengan gagah berani, ia turun ke lereng gunung sebelah barat, berdiri tegak di dekat Batu Tanio.
Tanpa pedang di pinggang, tanpa tombak di tangan, ia menghadapi maut dengan tangan kosong. Baginya, raga adalah senjata dan tekad adalah perisai.
Pertempuran pecah dengan dahsyat. Di bawah bayang-bayang Batu Tanio, Opa Are menerjang musuh laksana badai. Dalam kepungan pasukan yang bersenjata lengkap, ia bertarung dengan kekuatan yang tak masuk akal; konon, hanya dengan tangan telanjang, ia mencabut nyawa lawan-lawannya tepat di leher mereka. Setiap gerakan adalah pembelaan bagi tanah tumpah darahnya.
Di tengah peluh dan kepulan debu pertempuran, hadir sosok pendamping yang setia: saudara perempuannya. Di saat keletihan mulai menghampiri sang pahlawan, sang saudara hadir memberikan air minum, menyambung nyawa dan semangat Opa Are untuk terus berdiri tegak sebagai benteng terakhir rakyatnya.
Kegigihan Opa Are membuahkan hasil yang gemilang. Pasukan Balangingi yang terkenal kejam itu tak pernah sampai menginjakkan kaki di benteng Gunung Ota. Mereka dipukul mundur, luluh lantak oleh keberanian satu orang yang menjaga kehormatan Miangas.
Dengan kekalahan telak, sisa-sisa pasukan Sulu terpaksa kembali ke perahu layar mereka, melarikan diri melintasi lautan menuju Mindanao Selatan, meninggalkan tanah Miangas yang tetap merdeka berkat jasa sang pahlawan.
"Batu Tanio menjadi saksi bisu, bahwa di tanah ini pernah berdiri seorang lelaki yang tak gentar menghadapi pasukan hanya dengan kekuatan tangan dan keteguhan jiwa."
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....