Talaud Cetak Sejarah! Alami Penurunan Kemiskinan Ekstrem Paling Signifikan
- 06 Mei 2026 11:12 WIB
- Talaud
RRI. CO.ID, Talaud – Kabupaten Kepulauan Talaud berhasil mencatatkan prestasi gemilang dalam bidang kesejahteraan sosial. Berdasarkan Berita Resmi Statistik yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Talaud, Bumi Porodisa sukses melakukan lompatan besar dengan memangkas angka kemiskinan ekstrem secara drastis pada tahun 2025.
Kepala BPS Talaud, Ryko Aprianto Puasa, S.E., mengungkapkan rasa bangganya saat menyampaikan capaian ini dalam kegiatan Pencanangan dan Sosialisasi Desa Cantik (Desa Cinta Statistik) 2026. Hebatnya lagi, Talaud menjadi kabupaten pertama di seluruh Sulawesi Utara yang merilis data kemiskinan ekstrem tahun 2025.Hanya dalam kurun waktu satu tahun, Talaud menunjukkan transformasi yang dianggap banyak pihak sebagai "keajaiban statistik" di wilayah kepulauan.
Tercatat pada tahun 2024, Talaud berada di posisi sulit dengan tingkat kemiskinan ekstrem sebesar 3,25%. Angka ini merupakan yang tertinggi kedua di Sulawesi Utara dan berada jauh di atas rata-rata provinsi (2,20%). Sementara, pada tahun 2025, melalui kebijakan yang efektif, angka tersebut terjun bebas menjadi 1,55%.
Penurunan sebesar 1,70 poin persentase ini jauh melampaui rata-rata penurunan provinsi yang hanya sebesar 0,68 poin. Dengan hasil ini, posisi Talaud kini beralih dari daerah dengan beban kemiskinan tertinggi menjadi daerah dengan capaian yang jauh lebih baik daripada rata-rata provinsi Sulawesi Utara.
Capaian Talaud menempatkan wilayah kepulauan sebagai motor penggerak penurunan kemiskinan di Sulawesi Utara. Dalam daftar penurunan terbesar, Talaud (-1,70 poin) bersaing ketat dengan Sitaro (-1,85 poin) dan mengungguli Sangihe (-1,39 poin).
"Talaud kini dapat dijadikan contoh best practice (praktik terbaik) dalam pengentasan kemiskinan ekstrem di wilayah kepulauan. Ini adalah bukti efektivitas kebijakan nasional dan kerja keras daerah," ujar Ryko Aprianto.
Kesuksesan ini tidak lepas dari peran data yang akurat. Sejalan dengan itu, BPS Talaud resmi meluncurkan Program Desa Cantik 2026 dengan menetapkan Desa Mala dan Desa Maredaren Kiama sebagai pilot project.
Program ini bertujuan untuk
mengedukasi masyarakat desa agar melek statistik, memastikan pembangunan desa tepat sasaran berdasarkan data valid, dan memperkuat kolaborasi dari tingkat desa hingga pusat.
Ryko menekankan bahwa keberhasilan menurunkan kemiskinan ekstrem ini adalah hasil sinergi antara Pemerintah Daerah, perangkat desa, hingga tokoh adat dan agama. Melalui Program Desa Cantik dan pemanfaatan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), Talaud optimistis dapat menghapus kemiskinan ekstrem hingga ke titik nol.
"Mari kita jadikan momentum ini untuk membangun budaya sadar statistik. Jika data berkualitas, maka kebijakan pembangunan akan benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan," pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....