Akademisi Soroti Pentingnya Wisata Budaya di Sulawesi Utara

  • 27 Feb 2026 06:03 WIB
  •  Talaud

RRI.CO.ID, Talaud - Akademisi dan budayawan Sulawesi Utara Dr. Ivan R. B. Kaunang, menegaskan pentingnya pemahaman yang tepat mengenai konsep wisata budaya dalam pengembangan sektor pariwisata daerah. Hal itu disampaikannya saat berbincang dalam program “Magota Bacerita” di Pro 4 RRI Manado yang juga diikuti oleh RRI Gorontalo Pro 4, RRI Tahuna Pro 1, dan RRI Talaud Pro 1.

Menurut Ivan terdapat perbedaan mendasar antara wisata budaya dan budaya pariwisata. Jika berbicara tentang wisata budaya maka fokus utamanya adalah wisata dengan objek budaya. Artinya wisatawan datang untuk melihat, mengenal, dan mempelajari budaya yang hidup di suatu daerah. Sementara itu budaya pariwisata lebih menempatkan budaya sebagai komoditas yang dijual dalam industri pariwisata.

Ia menjelaskan setiap daerah memiliki tradisi dan budaya yang khas. Keunikan inilah yang menjadi daya tarik bagi wisatawan mancanegara. “Wisatawan ingin melihat sesuatu yang tidak ada di negara mereka. Baik itu seni budaya, tari-tarian, ritual upacara adat, cara berpakaian, kehidupan sehari-hari, hingga kuliner yang berbeda dari yang mereka miliki,” ujarnya, Kamis, 26 Februari 2026.

Ivan menambahkan, keberagaman budaya di Sulawesi Utara menjadi potensi besar untuk dikembangkan. Namun kemajuan sektor ini bukan perkara mudah karena perkembangan wisatawan di daerah dinilai belum optimal.

Secara holistik ia menilai perlu adanya dukungan pemerintah pusat termasuk membuka penerbangan langsung dari negara-negara yang memiliki minat terhadap kekayaan flora, fauna, serta iklim di Sulawesi Utara termasuk wilayah Sangihe dan Talaud. Selain itu perlu dilakukan sosialisasi yang tepat sasaran dengan memahami karakter dan minat negara tujuan promosi.

Ia juga mengatakan pentingnya pengembangan wisata minat khusus. Sebagai contoh, bagi kalangan arkeolog mancanegara yang tertarik pada peninggalan purbakala seperti Waruga, promosi harus dilakukan secara spesifik dan terarah sesuai dengan minat mereka.

Selain promosi dan aksesibilitas, kesiapan internal daerah juga menjadi faktor penting. Ivan menyoroti pergantian pejabat daerah yang umumnya terjadi setiap empat hingga lima tahun sehingga program pariwisata kerap terputus.

Karena itu ia mendorong adanya kerangka kerja atau blueprint pengembangan pariwisata jangka panjang misalnya hingga 25 tahun ke depan. Dengan perencanaan yang berkesinambungan pengembangan pariwisata daerah dapat berjalan konsisten dan tidak terhenti akibat pergantian kepemimpinan.

Melalui perencanaan matang, promosi yang tepat, serta dukungan kebijakan berkelanjutan, potensi wisata budaya di Sulawesi Utara diharapkan mampu berkembang dan memberi manfaat luas bagi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....