Gempa M6,4 Talaud,'RSUD Talaud Rusak'

  • 11 Jan 2026 14:42 WIB
  •  Talaud

KBRN, Talaud : Gempa tektonik berkekuatan Magnitudo (M) 6,4 yang mengguncang wilayah Pantai Timur Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, pada Sabtu (10/1/2026) malam pukul 21.58 WIB, menyisakan dampak kerusakan pada fasilitas kesehatan publik. RSUD Mala menjadi salah satu titik terdampak di kabupaten tersebut.

Berdasarkan data yang dihimpun hingga Minggu (11/1/2026) pagi, kerusakan struktur terpantau merata di beberapa area vital rumah sakit.

Lantai ruang IGD mengalami keretakan hebat dan posisi pintu bergeser/miring akibat guncangan, Dinding pada Ruang Bersalin, Ruang Edelweys (VIP), dan Poliklinik mengalami retak rambut hingga retak struktural, Satu unit profil tank (tandon air) dilaporkan ambruk dan pecah dan Ditemukan titik-titik retakan baru di sepanjang jalur koridor antar ruangan.

Guncangan hebat yang terjadi saat kondisi listrik padam memicu kepanikan massal di lingkungan rumah sakit. Arkilaus Pandengkalu, salah satu keluarga pasien, menceritakan suasana mencekam saat warga harus mendobrak paksa pintu keluar di Ruang VIP yang terkunci agar bisa menyelamatkan diri bersama pasien dan petugas medis.

Sebagai langkah mitigasi, pihak manajemen rumah sakit telah melakukan langkah darurat:

Pasien dari Ruang Bersalin dipindahkan sementara ke area Poliklinik, sementara sebagian pasien di bangsal umum dialihkan ke jalur koridor yang dinilai lebih aman untuk mengantisipasi ambruknya plafon atau dinding jika terjadi gempa susulan.

" Ada beberapa bangunan yang retak dan lantai koridor depan laboratorium retak dan menimbulkan kepanikan pada Pasien di dalam Ruangan sampai keluar di depan halaman Ruangan Perawatan.Tadi malam Direktur RSUD dan Ketua DPRD langsung ke RS melihat kejadian yang terjadi di RSUD," ujar KTU RSUD Talaud, Oswan Tinenta

Kalak BPBD Talaud, Leida Dachlan turut membenarkan adanya laporan masuk terkait dampak gempa yang terjadi di RSUD Talaud dan beberapa wilayah lainnya. Pihaknya juga masih merampungkan data terkait dampak gempa dari 19 Kecamatan, 142 desa dan 11 Kelurahan.

Meskipun hasil pemutakhiran BMKG mengoreksi magnitudo dari M7,1 menjadi M6,4 dengan kedalaman 31 km, aktivitas seismik di wilayah tersebut belum sepenuhnya berhenti. Hingga Minggu dini hari, tercatat empat kali gempa susulan dengan tren kekuatan yang menurun:

• M4,7 (22.06 WIB)

• M4,3 (22.15 WIB)

• M3,2 (23.12 WIB)

• M4,2 (02.40 WIB)

BMKG memastikan bahwa rangkaian gempa ini tidak berpotensi tsunami. Namun, mengingat adanya kerusakan fisik pada bangunan, masyarakat dan petugas medis diimbau untuk Tetap waspada dan menghindari bangunan yang sudah menunjukkan retakan tidak stabil, Jangan memaksakan masuk ke ruangan yang strukturnya terlihat miring atau rusak dan Hanya mempercayai informasi resmi dari kanal BMKG untuk menghindari disinformasi atau hoax yang meresahkan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....