Mitos Nyeri Punggung Seumur Hidup Pasca Operasi Sesar
- 26 Jan 2026 08:14 WIB
- Talaud
RRI.CO.ID, Talaud - Di tengah masyarakat masih beredar anggapan bahwa ibu yang menjalani operasi sesar akan mengalami sakit punggung seumur hidup akibat suntikan obat bius di tulang belakang. Anggapan ini kerap menimbulkan kekhawatiran bagi ibu hamil yang harus menjalani persalinan melalui tindakan bedah. Namun secara medis anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.
Dilansir dari berbagai sumber operasi sesar umumnya menggunakan anestesi regional seperti anestesi spinal atau epidural yang diberikan melalui suntikan di area punggung bawah. Metode ini direkomendasikan secara luas karena dinilai aman, efektif, dan memungkinkan ibu tetap sadar selama proses persalinan. Hingga saat ini tidak ada bukti ilmiah yang menyatakan bahwa anestesi spinal atau epidural menyebabkan nyeri punggung permanen.
Menurut kajian medis keluhan nyeri punggung yang muncul setelah operasi sesar umumnya bersifat sementara. Rasa tidak nyaman dapat terjadi dalam beberapa hari hingga minggu setelah persalinan dan biasanya berkaitan dengan respons tubuh terhadap prosedur medis, ketegangan otot, serta perubahan postur selama kehamilan dan setelah melahirkan.
Perlu dipahami bahwa nyeri punggung juga sering dialami oleh ibu yang melahirkan secara normal. Hal ini menunjukkan bahwa keluhan tersebut tidak semata-mata disebabkan oleh tindakan anestesi melainkan lebih dipengaruhi oleh faktor kehamilan itu sendiri seperti perubahan hormon, peningkatan berat badan, serta tekanan pada otot dan tulang belakang selama masa mengandung.
Organisasi kesehatan dunia dan berbagai lembaga medis internasional menilai anestesi regional sebagai prosedur yang aman untuk operasi sesar. Komplikasi jangka panjang akibat suntikan bius di punggung tergolong sangat jarang. Dalam sebagian besar kasus, efek samping yang muncul bersifat ringan dan akan membaik seiring waktu tanpa menimbulkan gangguan menetap.
Para ahli kesehatan juga menekankan pentingnya pemulihan pascapersalinan termasuk menjaga postur tubuh, melakukan aktivitas fisik ringan secara bertahap, serta berkonsultasi dengan tenaga medis apabila nyeri punggung berlangsung lama atau semakin berat.
Dengan demikian masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya pada mitos yang tidak didukung bukti ilmiah. Edukasi yang tepat dan berbasis medis penting agar ibu hamil dapat menjalani persalinan dengan tenang dan memperoleh informasi yang benar terkait kesehatan ibu dan anak.