Diabetes Basah Dan Diabetes Kering, Mitos atau Fakta?
- 11 Mei 2025 17:39 WIB
- Talaud
KBRN, Talaud: Di masyarakat, masih banyak orang yang menggunakan istilah diabetes basah dan diabetes kering untuk membedakan kondisi penderita diabetes mellitus (DM). Istilah ini begitu populer hingga banyak yang mengira bahwa diabetes memang terbagi menjadi dua jenis tersebut, padahal dalam dunia medis istilah diabetes basah dan kering tidak dikenal sama sekali.
Melansir dari klikdokter.com diabetes hanya diklasifikasikan menjadi beberapa jenis yaitu diabetes tipe 1, diabetes tipe 2, dan diabetes gestasional (yang terjadi saat kehamilan). Ketiga jenis ini memiliki penyebab dan pengelolaan yang berbeda, namun semuanya berhubungan dengan masalah metabolisme glukosa akibat gangguan pada hormon insulin.
Istilah diabetes basah dan kering muncul dari pengamatan masyarakat terhadap kondisi luka pada penderita diabetes. Penderita DM memang rentan mengalami luka yang sulit sembuh, terutama jika kadar gula darah tidak terkontrol.
Diabetes basah biasanya mengacu pada kondisi luka yang bernanah, terus-menerus basah, dan sulit sembuh ini sering terjadi pada penderita diabetes yang gula darahnya tidak terkontrol dengan baik sehingga proses penyembuhan luka terganggu dan rawan infeksi. Sementara itu diabetes kering sering digunakan untuk menggambarkan kondisi luka yang kering dan tidak bernanah walau tetap sulit sembuh. Luka seperti ini biasanya menandakan bahwa penderita mampu menjaga kadar gula darahnya dengan lebih stabil.
Luka yang sulit sembuh pada penderita diabetes terjadi karena tingginya kadar gula darah dapat merusak pembuluh darah dan saraf sehingga aliran darah ke area luka menjadi terganggu, respons imun tubuh terhadap infeksi menurun, dan luka lebih mudah terinfeksi dan membusuk jika tidak dirawat dengan benar.
Meskipun istilah diabetes basah dan kering" sudah akrab di telinga masyarakat, penting untuk diketahui bahwa istilah tersebut tidak ada dalam terminologi medis resmi. Keduanya hanyalah istilah awam yang menggambarkan tingkat keparahan luka yang dialami penderita diabetes bukan jenis penyakitnya.
Penting bagi setiap penderita diabetes untuk mengontrol kadar gula darah secara rutin, menjaga kebersihan tubuh terutama pada bagian kaki yang rawan luka, segera memeriksakan luka yang tidak kunjung sembuh ke tenaga medis. Dengan perawatan yang tepat dan pengelolaan diabetes yang baik, risiko komplikasi seperti luka kronis dapat diminimalkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....