Kenali Fakta Tentang Masuk Angin

  • 28 Des 2024 14:15 WIB
  •  Talaud

KBRN, Talaud: Masuk angin merupakan istilah yang akrab di telinga masyarakat Indonesia. Gejala seperti tubuh terasa pegal, kembung, sakit kepala, hingga lemas sering di identikkan dengan kondisi ini. Namun, tahukah Anda bahwa istilah masuk angin sebenarnya tidak dikenal dalam dunia medis.

Melansir dari Halodoc, masuk angin hanyalah istilah lokal untuk menggambarkan keluhan tubuh yang tidak fit. Penyebab utama kondisi ini sering kali adalah daya tahan tubuh yang menurun, sehingga tubuh rentan terhadap infeksi virus maupun bakteri.

Meski banyak orang mengaitkan masuk angin dengan paparan angin atau hujan, faktanya penyebab utama kondisi ini tidak berkaitan langsung dengan cuaca. Kekurangan vitamin D akibat kurangnya paparan sinar matahari terutama saat musim hujan, dapat memengaruhi daya tahan tubuh. Selain itu, kekurangan vitamin penting lainnya seperti vitamin C dan E juga berkontribusi menurunkan imunitas tubuh.

Berikut beberapa penyakit yang sering disalah artikan sebagai masuk angin:

1. Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA)

ISPA ditandai dengan demam, pilek, dan batuk. Jika gejala menyerang saluran pernapasan bawah seperti pada pneumonia, kondisi ini bisa menjadi lebih serius.

2. Gangguan Pencernaan

Gejala seperti perut kembung, mual, muntah, hingga nyeri ulu hati kerap dikaitkan dengan masuk angin. Padahal kondisi ini bisa dipicu oleh GERD, keracunan makanan, atau infeksi.

3. COVID-19

Pada awal pandemi gejala COVID-19 seperti demam, lemas, dan diare sering disalah artikan sebagai masuk angin.

4. Penyakit Jantung

Nyeri dada yang menjalar ke lengan atau punggung, lemas, dan pusing sering dianggap masuk angin padahal bisa menjadi tanda penyakit jantung serius.

5. Demam Berdarah dan Malaria

Gejala seperti demam, nyeri sendi, menggigil, dan lemas kerap terjadi pada penyakit yang ditularkan oleh nyamuk ini.

Mengingat banyaknya penyakit serius yang gejalanya menyerupai masuk angin, masyarakat diimbau untuk tidak menyepelekan keluhan yang muncul. Jika gejala tidak membaik dalam tiga hari disertai lemas, muntah, diare, atau nyeri dada, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Masuk angin mungkin hanyalah istilah umum, tetapi gejala yang dirasakan bisa menjadi tanda dari kondisi medis yang lebih serius. Dengan menjaga daya tahan tubuh dan memerhatikan gejala yang muncul, Anda dapat mencegah kondisi ini berkembang menjadi penyakit yang lebih berat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....