Berantang: Tradisi Gotong Royong saat Duka
- 25 Mar 2026 18:13 WIB
- Talaud
RRI.CO.ID, Talaud - Desa Kayuwiraya di Pinasah masih mempertahankan sebuah tradisi luhur yang dikenal dengan sebutan berantang. Tradisi ini menjadi simbol kuatnya nilai gotong royong di tengah masyarakat khususnya ketika ada warga yang mengalami kedukaan. Dalam suasana duka, masyarakat tidak hanya hadir untuk berbelasungkawa tetapi juga ikut membantu secara nyata melalui kebersamaan dan kepedulian sosial yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Melansir dari Jurnal Kebudayaan dan Kearifan Lokal Indonesia berantang identik dengan kegiatan penyediaan makanan seperti subuhan, hidangan makan siang, hingga makan malam yang melibatkan keluarga duka dan masyarakat sekitar. Tradisi ini dimulai sejak seseorang meninggal dunia hingga proses pemakaman selesai bahkan masih berlanjut setelahnya. Kehadiran warga dalam setiap tahap tersebut menunjukkan solidaritas yang erat serta rasa empati yang mendalam terhadap keluarga yang ditinggalkan.
Dalam pelaksanaannya masyarakat yang datang ke rumah duka biasanya membawa beras dan sejumlah uang yang kemudian dikumpulkan untuk membantu kebutuhan keluarga. Selain itu makanan dan minuman yang disajikan juga dibayar oleh para tamu sesuai kesepakatan bersama. Sistem ini tidak hanya meringankan beban ekonomi keluarga duka tetapi juga menciptakan rasa tanggung jawab bersama dalam menghadapi musibah.
Menariknya, pada malam hari para pemuda dan ibu-ibu berkumpul untuk membuat kue tradisional seperti cucur hingga menjelang pagi. Kue tersebut kemudian disajikan kepada masyarakat yang datang untuk beribadah atau sekadar menemani keluarga duka lengkap dengan teh atau kopi. Harga kue cucur telah ditentukan berdasarkan kesepakatan bersama sehingga tetap menjaga nilai kebersamaan tanpa memberatkan pihak mana pun.
Tujuan utama dari tradisi berantang adalah untuk membantu keluarga yang berduka agar tidak terbebani oleh biaya seperti peti jenazah, pemakaman, dan kebutuhan lainnya. Dengan adanya tradisi ini keluarga yang mengalami kehilangan dapat merasa lebih ringan dan terbantu secara moral maupun materi. Tradisi berantang menjadi bukti nyata bahwa nilai gotong royong masih hidup dan sangat kuat di tengah masyarakat Desa Kayuwiraya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....