Krisis Listrik Talaud: Warga Gelar Aksi Demo di PLN Beo
- 13 Jun 2026 22:16 WIB
- Talaud
Video
RRI.CO.ID, Talaud – Seringnya pemadaman listrik di wilayah Unit Layanan Pelanggan Perusahaan Listrik Negara (ULP PLN) Beo memicu gelombang keluhan luas. Frustrasi warga yang memuncak akhirnya berujung pada aksi unjuk rasa masif oleh "Gerakan Masyarakat Menggugat" bersama berbagai elemen terkait pada Jumat (12/6/2026).
Aksi ini dipimpin oleh Evan Taarae sebagai Penanggung Jawab bersama Fernando Loronusa dan Bastian Amos selaku Koordinator Lapangan (Korlap).
Danny Oktovorus Balanehu, perwakilan warga, menuntut kepastian dan perbaikan kualitas pelayanan dari PLN. Menurutnya, pemadaman kontinu telah mengganggu aktivitas sehari-hari, merusak alat elektronik, hingga melumpuhkan roda perekonomian lokal.
"Kami menduga adanya permainan BBM yang dilakukan oleh pihak PLN. Jika permasalahan pemadaman listrik ini tidak bisa ditangani, kami meminta Manager ULP PLN Beo untuk mengundurkan diri dan meninggalkan Talaud," tegas Balanehu.
Sejumlah perwakilan warga dari beberapa wilayah secara bergantian juga menyampaikan aspirasi senada melalui pengeras suara.
Menanggapi massa aksi, Manager ULP PLN Beo Steve Kaunang bersama Kepala K3 ULP Beo Perty Amiman, langsung menjelaskan penyebab gangguan dan menyampaikan permohonan maaf. Steve Kaunang bahkan menandatangani surat pernyataan komitmen di hadapan massa.
Berikut poin utama surat pernyataan tersebut:
Komitmen: Menyelesaikan persoalan perbaikan mesin untuk pelayanan yang lebih baik dalam waktu 2 minggu sejak surat dibuat.
Transparansi: Apabila dalam waktu yang ditentukan terdapat kendala, pihak PLN akan langsung menghubungi Korlap aksi.
Untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas, aparat kepolisian menerjunkan pengamanan berlapis. Aksi dikawal ketat oleh gabungan personel Polres Kepulauan Talaud beserta Polsek Beo, Polsek Rainis, Polsek Gemeh, dan Polsek Essang.
Pengamanan dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polres Kepulauan Talaud, AKP Yakobus Melale, didampingi sejumlah perwira, termasuk Kasat Intel IPTU Sutarno, Kasat Reskrim Iptu Glen Damar, Kasat Lantas Iptu Christian Mewengkang, serta para Kapolsek jajaran.
AKP Yakobus Melale menegaskan bahwa Polri berkomitmen mengawal jalannya penyampaian aspirasi agar tetap berada di koridor hukum. Ia mengimbau warga untuk menjaga ketertiban dan menghindari tindakan anarkis.
"Kehadiran personel Polri merupakan langkah preventif guna memastikan hak masyarakat menyampaikan pendapat berjalan aman. Kami memahami keluhan warga terkait listrik, namun kami juga berkewajiban menjaga stabilitas keamanan dan melindungi fasilitas publik," ujar AKP Yakobus.
Hingga unjuk rasa selesai, situasi di lokasi berjalan aman, tertib, dan kondusif. Aparat kepolisian tetap bersiaga di sekitar lokasi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....