Merasapi Magis Festival Manee 2026 di Bibir Pasifik
- 22 Mei 2026 21:40 WIB
- Talaud
Video
RRI.CO.ID, Talaud - Suasana sakral bercampur semarak pariwisata menyelimuti Pulau Intata, Desa Kakorotan, Kecamatan Nanusa, saat ritual adat tahunan Festival Manee 2026 kembali digelar pada Rabu, 20 Mei 2026.
Berada di beranda utara Negara Kesatuan Republik Indonesia yang menghadap Samudra Pasifik, festival ini bukan sekadar tradisi menangkap ikan tradisional, melainkan sebuah simfoni harmoni antara manusia, alam, dan leluhur yang terus terjaga melintasi zaman.
Kehadiran Wakil Bupati Kepulauan Talaud, Anisya Gretsya Bambungan, yang hadir sekaligus mewakili Bupati Welly Titah, kian menegaskan komitmen penuh pemerintah daerah dalam melestarikan warisan luhur ini. Mengusung tema besar “Merajut Janur, Melestarikan Warisan Leluhur Untuk Mewujudkan Wisata Bahari Yang Representatif Di Bibir Pasifik Utara Negara Kesatuan Republik Indonesia”, festival tahun ini sukses memukau wisatawan dengan hamparan janur kuning yang dibentangkan di laut sebagai media penjerat ikan alami.
Ketukan ritme ketulusan masyarakat berpadu indah dengan deburan ombak Pasifik, melahirkan pesona wisata berbasis kearifan lokal yang tiada duanya.
Wakil Bupati Anisya Gretsya Bambungan menyampaikan pesan mendalam mengenai esensi dari ritual yang telah mendunia ini. Ia menekankan bahwa kekuatan sejati dari masyarakat Talaud terletak pada nilai-nilai yang terkandung di dalam tradisi Manee itu sendiri.
"Festival Manee bukan sekadar ritual tahunan, melainkan cermin jiwa masyarakat Talaud yang mengajarkan kita tentang arti kebersamaan, gotong royong, rasa syukur, serta keharmonisan yang karib dengan alam sekitar. Nilai-nilai luhur inilah yang menjadi fondasi kekuatan kita dari generasi ke generasi, sekaligus menjadi modal besar untuk memperkenalkan keindahan dan keunikan Talaud ke panggung pariwisata dunia. Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para tokoh adat, panitia, dan seluruh masyarakat Desa Kakorotan yang merawat tradisi ini dengan penuh kecintaan, demi mewujudkan destinasi wisata bahari yang representatif di beranda utara Nusantara," katanya
Melalui momentum Festival Manee 2026, Kepulauan Talaud kembali membuktikan bahwa modernisasi tidak harus menggerus tradisi. Dengan sinergi yang kuat antara pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata, ritual penangkapan ikan dengan janur ini diyakini akan terus memancarkan daya tarik magisnya, menjadi kebanggaan yang abadi bagi masyarakat Talaud, dan memikat hati para petualang dari berbagai belahan bumi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....