Wanita di Pangeran Hilang Misterius, Polisi Lakukan Pencarian

  • 13 Apr 2026 13:37 WIB
  •  Talaud
Video

RRI.CO.ID, Talaud - Personel Polsek Kabaruan bersama masyarakat Desa Pangeran, Kabupaten Kepulauan Talaud, tengah bahu-membahu menyisir hutan dan pemukiman untuk mencari keberadaan seorang warga bernama Julin Manaida (58).

Ibu Rumah Tangga tersebut dilaporkan hilang sejak Sabtu 11 April pagi dan hingga Minggu sore belum ditemukan.

Kapolsek Kabaruan, Ipda Andika Eka Putra Amisi, S.H., memimpin langsung operasi pencarian ini. Pihak kepolisian bergerak cepat setelah menerima laporan warga terkait hilangnya korban yang meninggalkan rumah tanpa pamit di tengah suasana duka keluarga.

Berdasarkan keterangan para saksi, garis waktu sebelum korban dinyatakan hilang bermula pada pukul 07.30 WITA saat korban sempat meminta bantuan saksi Sepni Milas untuk mengantarnya mencari ikan di Desa Bulude, namun rencana tersebut batal karena suami korban sudah membawa ikan ke rumah.

Memasuki pukul 08.00 WITA, saat pihak keluarga sedang sibuk mempersiapkan pemakaman kakak korban, Julin sudah tidak terlihat lagi di rumah. Hingga upacara pemakaman dimulai dan selesai pada pukul 10.00 WITA, keberadaan korban tetap tidak diketahui. Salah satu saksi menyebutkan bahwa pihak keluarga sudah berupaya mencari ke rumah kerabat hingga ke area perkebunan, namun hasilnya masih nihil.

"Pihak keluarga sudah berupaya mencari ke rumah kerabat hingga ke area perkebunan, namun hasilnya masih nihil," ujar Kapolsek Kabaruan

Informasi menarik muncul dari pihak keluarga. Diketahui bahwa dalam satu minggu terakhir, korban menunjukkan perilaku yang tidak biasa. Julin sempat ditemukan bersembunyi di dalam lemari oleh suaminya, Oktavianus Sumaa. Saat ditanya, korban mengaku merasa takut terhadap keramaian atau orang banyak. Hal ini diduga kuat menjadi latar belakang korban melarikan diri dari rumah saat situasi sedang ramai pelayat.

Tim gabungan Polsek Kabaruan telah melakukan pelacakan titik koordinat melalui tracking nomor ponsel yang dibawa korban. Langkah-langkah yang telah diambil meliputi Olah TKP dan pengumpulan bahan keterangan (Pul Baket), Koordinasi dengan pemerintah desa dan keluarga dan Penyisiran lokasi berdasarkan titik koordinat terakhir.

Pencarian yang berlangsung sejak pukul 10.30 hingga 17.00 WITA pada hari Minggu terpaksa dihentikan sementara. Keputusan ini diambil berdasarkan kesepakatan bersama karena kondisi medan yang sulit serta minimnya penerangan di malam hari. Operasi pencarian akan dilanjutkan kembali pada Senin pagi besok dengan jangkauan wilayah yang lebih luas.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....