Aliansi Masyarakat Melonguane Demo Lanal Terkait Dugaan Penganiayaan
- 24 Jan 2026 19:22 WIB
- Talaud
Video
RRI.CO.ID, Talaud – Aliansi Masyarakat Singkaramonane Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, menggelar aksi penyampaian aspirasi untuk menuntut keadilan atas dugaan kasus penganiayaan yang dilakukan sejumlah oknum anggota TNI AL terhadap warga setempat, Berkam Saweduling, pada Kamis (22/1/2026) malam.
Kronologi Aksi Massa
Bergerak dari Monumen Yesus Raja Memberkati pada Jumat 23 Januari Siang siang, massa aksi menuju Makolanal Melonguane di Desa Mala Timur. Dipimpin oleh sejumlah tokoh adat dan tokoh masyarakat, para pendemo mengecam tindakan main hakim sendiri serta menolak tegas penganiayaan yang dilakukan anggota Lanal di wilayah perbatasan utara NKRI tersebut. Mereka mendesak pimpinan Lanal untuk menindak tegas anggotanya yang dinilai bertindak sewenang-wenang.
Tiga Poin Tuntutan Utama
Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan tiga poin tuntutan, yaitu:
• Meminta Presiden RI Prabowo Subianto menindak tegas oknum TNI AL pelaku penganiayaan terhadap Berkam Saweduling.
• Mencopot Danlanal Melonguane apabila oknum pelaku tidak ditindak tegas dalam waktu 1x24 jam.
• Meminta KAL Pulau Karakelang dipindahkan dari Pelabuhan Melonguane.
Godfried Timpua, salah satu penanggung jawab aksi, menyatakan bahwa masyarakat akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas dan pelaku dihukum. Pihaknya juga menunggu kehadiran Danlanal Melonguane serta petinggi TNI AL lainnya untuk menemui tokoh adat dan keluarga guna menyelesaikan permasalahan ini.
Respon Danlanal Melonguane
Menanggapi aspirasi tersebut, Danlanal Melonguane, Letkol Laut (P) Yogie Kuswara, yang sedang berada di luar daerah, memberikan pernyataan melalui ponsel yang disambungkan ke pengeras suara. Di hadapan massa, ia menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas tindakan personel yang melanggar aturan.
"Saya akan tindak tegas personel tersebut. Dalam penindakannya, saya transparan. Masyarakat juga bisa tahu prosesnya bagaimana, nanti akan kami infokan. Saya berjanji kepada semua masyarakat," ujar Danlanal.
Selain menjamin proses hukum, pihak Lanal Melonguane menyatakan akan bertanggung jawab penuh atas seluruh biaya pengobatan korban.
Imbauan Pemerintah Daerah
Wakil Bupati Kepulauan Talaud, Anisya Gretsya Bambungan, yang hadir mewakili Bupati Welly Titah, mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kondusifitas.
"Kita mengerti bahwa sebagai keluarga pasti sakit hati diperlakukan seperti itu (saki hati depe keluarga dapa bekeng bagitu). Tapi minta tolong untuk kondusif. Saya akan mendampingi kasus ini, jadi mohon jangan ada perusakan aset negara karena bisa menjadi masalah baru," ungkapnya. Ia juga berjanji akan menyampaikan langsung tuntutan keluarga kepada Komandan Lanal.
Perkembangan Kasus dan Kondisi Korban
Setelah dari Mako Lanal, massa bergerak ke Pelabuhan Laut Melonguane untuk melepas tali Kapal Angkatan Laut (KAL) Pulau Karakelang. Saat ini, diketahui sebanyak 5 oknum anggota Lanal Melonguane yang diduga terlibat telah ditahan di Pomal untuk menjalani proses hukum sesuai aturan yang berlaku.
Peristiwa penganiayaan ini terjadi pada Kamis malam di Pelabuhan Umum Melonguane saat korban, Berkam Saweduling, yang berprofesi sebagai guru sedang memancing. Kejadian bermula saat korban menegur dan merekam aksi sekelompok oknum anggota Lanal yang diduga berada di bawah pengaruh alkohol karena membuat keributan. Teguran tersebut memicu amarah pelaku hingga terjadi pengeroyokan.
Hingga saat ini, Berkam masih menjalani perawatan intensif di RSUD Talaud di Mala akibat luka serius di beberapa bagian tubuh akibat hantaman benda tumpul. Pihak keluarga berharap pimpinan TNI AL memberikan tindakan tegas terhadap para pelaku.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....