Ini Hasil Mediasi Dugaan Penganiayaan Warga Melonguane

  • 24 Jan 2026 19:17 WIB
  •  Talaud
Video

RRI.CO.ID, Talaud – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud memfasilitasi pertemuan dialog antara Aliansi Masyarakat Singkaramonane Melonguane dengan Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Melonguane. Pertemuan ini dilakukan guna membahas kasus dugaan penganiayaan warga Melonguane yang diduga melibatkan sejumlah oknum anggota Lanal Melonguane.

Kegiatan mediasi tersebut berlangsung pada Sabtu, 24 Januari 2026, bertempat di Kantor Bupati Kepulauan Talaud. Dialog ini dihadiri oleh jajaran pimpinan daerah dan aparat keamanan, di antaranya, Wakil Bupati Anisya Gretsya Bambungan, Danlanal Melonguane Letkol Laut (P) Yogie Kuswara, Dandim 1312/ Talaud Letkol Arh Yanuar Yudistira dan Wakapolres Talaud Kompol Kretsman Mulalinda.

Kegiatan dibuka oleh Wakil Bupati Kepulauan Talaud, dilanjutkan dengan penyampaian dari Dandim 1312/Talaud, Danlanal Melonguane, dan Wakapolres Kepulauan Talaud. Acara kemudian diteruskan dengan penyampaian aspirasi dari perwakilan aliansi masyarakat Melonguane dalam suasana dialog yang penuh kehangatan.

Aliansi Masyarakat Singkaramonane hadir membawa aspirasi keluarga korban melalui sejumlah tokoh penting, yakni, Tokoh Masyarakat dan Adat: Godfried Timpua, Joutje Adam, Albert Ladi, Anton Saweduling, Swelleng Adam, dan Gerson Essing; Tokoh Pemuda dan Organisasi: Diston Lindo (Pati DPP Laskar Porodisa), Renalto Tumarah, Randy Bayang, dan Bastian Amos; serta Tokoh Agama Aldy Golung.

Turut mendampingi jajaran pejabat Pemkab Talaud, antara lain Staf Khusus Bupati Jusuf R. Bawenti, Asisten I Sekda Daud Malensang, Kadis P3APMD Stevenheiner Maarisit, Kasat Pol PP Adrianson Taarega, serta Camat Melonguane Maksi Lindo.

Selain menyesalkan tindakan sewenang-wenang yang terjadi, Albert Ladi dan Renalto Tumarah membeberkan sejumlah tindakan arogansi oknum anggota Lanal Melonguane yang diduga telah dilakukan berulang kali. Mereka berharap para pelaku dihukum sesuai aturan yang berlaku.

Anton Saweduling yang juga merupakan Raturuanganna Saweduling, berharap penanganan hukum dilakukan secara transparan dan tanpa intimidasi. Ia juga meminta realisasi janji pihak Lanal untuk membantu biaya pengobatan korban bernama Berkam Saweduling yang dirujuk ke Manado hari ini.

Bastian Amos menekankan pentingnya langkah rekonsiliasi untuk mengharmonisasi kembali hubungan TNI AL dengan masyarakat Melonguane. Ia mengingatkan tentang hukum konstitusi NKRI, baik yang tertulis maupun tidak tertulis, termasuk hukum adat.

Godfried Timpua menekankan bahwa peradaban Melonguane dibentuk oleh adat istiadat yang harus dijaga. Ia menegaskan perlunya tindakan hukum tegas secara pidana maupun penyelesaian secara adat. Ia berharap semua pihak membangun Talaud dalam perspektif berbudaya agar Melonguane kembali menjadi "surga" yang tenang, rukun, dan damai tanpa intimidasi.

Joutje Adam dan Swelleng Adam menambahkan agar penyelenggara negara senantiasa menjaga keamanan masyarakat. Mereka menyarankan proses hukum tetap berjalan sembari pihak Lanal terus memperhatikan kondisi keluarga korban.

Menanggapi aspirasi tersebut, Danlanal Melonguane menegaskan bahwa pihaknya akan menindak tegas dan memproses hukum para oknum anggota yang terlibat, serta menanggung seluruh biaya pengobatan korban. Ia mengapresiasi sambutan hangat penuh kekeluargaan dan terwujudnya musyawarah mufakat dalam semangat Sansiotte Sampate Pate.

"Saya selaku Komandan Lanal Melonguane pada kesempatan kali ini akan kami sampaikan terkait kejadian yang terjadi pada hari Kamis 22 Januari 2026 pukul 23.30 Wita. Saya atas nama pimpinan Lanal Melonguane memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat Melonguane pada khususnya dan pada umumnya Kabupaten Kepulauan Talaud atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Kejadian ini menjadi bahan evaluasi agar anggota lebih disiplin dan profesional dalam bertindak. Selanjutnya kami akan menegaskan bahwa di pimpinan TNI AL tidak akan mentolerir tindakan tidak terpuji yang dilakukan oleh anggota. Pada saat ini oknum tersebut sedang menjalani proses pemeriksaan yang intensif oleh Polisi Militer dan akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. Saya berharap situasi di kota Melonguane ini bisa kembali kondusif. Kami telah melakukan koordinasi dan mediasi dengan tokoh masyarakat tokoh agama serta keluarga yang bersangkutan untuk menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan dan hukum," ujar Danlanal.

"Selanjutnya ada ucapan permohonan maaf juga dari pimpinan tertinggi kami Bapak Kepala Staff Angkatan Laut. Beliau meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat Kabupaten Kepulauan Talaud atas tindakan oknum prajurit tersebut dan dalam penanganannya akan dilaksanakan proses hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku di TNI Angkatan Laut," tambahnya.

Itikad baik Danlanal Melonguane dan jajaran, serta peran Wakil Bupati serta Wakapolres Talaud dalam pertemuan ini turut diapresiasi aliansi masyarakat Melonguane.

"Hari ini sangat mengapresiasi gerak cepat yang dilakukan oleh Pimpinan Lanal Melonguane setelah dilakukan pertemuan bersama tokoh adat, tokoh masyarakat dan pihak keluarga untuk bagaimana menyikapi persoalan ini, dan kami merasa bahwa apa yang dilakukan oleh Danlanal Melonguane sangat merespon dan sangat bisa menjawab apa yang diharapkan oleh masyarakat. Selanjutnya kami berharap bahwa proses ini terus berjalan terus dilakukan oleh pihak Danlanal, sambil masyarakat dapat mengawasi secara langsung, dan diharapkan ini transparan untuk dilakukan oleh aparat TNI Angkatan Laut. Selebihnya masyarakat Melonguane dimohon untuk tenang karena persoalan ini serius ditangani, dan kami semua dapat menjamin bahwa persoalan ini akan selesai sesuai dengan yang kita harapkan," ujar Godfried Timpua.

Hasil pertemuan ini nantinya akan disampaikan kembali kepada keluarga korban dan masyarakat Melonguane. Melalui pertemuan ini, diharapkan tercipta penyelesaian masalah yang transparan demi menjaga kondusivitas wilayah serta memastikan keadilan bagi warga korban penganiayaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....